Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

Belum Screening Kesehatan, Benarkah Peserta BPJS Kesehatan Tidak Dilayani?

- Apahabar.com     Sabtu, 9 Juli 2022 - 18:11 WITA

Belum Screening Kesehatan, Benarkah Peserta BPJS Kesehatan Tidak Dilayani?

Peserta BPJS Kesehatan dapat melakukan screening kesehatan sendiri melalui Mobile JKN dan laman BPJS. Foto: Antara

apahabar.com, BALIKPAPAN – Beredar kabar bahwa peserta BPJS Kesehatan akan terhambat berobat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), jika belum melakukan screening kesehatan.

Dari kabar yang beredar di berbagai media sosial, disebutkan bahwa BPJS Kesehatan wajib sudah melakukan screening kesehatan yang dimulai 17 Juli 2022.

Seandainya belum melakukan screening, akan muncul notifikasi ‘pasien belum screening’ dalam aplikasi, ketika peserta melakukan pemeriksaan kesehatan di Fasyankes.

Dampaknya pasien tidak akan terlayani dengan baik alias menemui hambatan, ketika akan mengakses pelayanan di Puskesmas maupun rumah sakit.

Tentu saja jnformasi tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya. Tak sedikit yang khawatir akan tidak dilayani di Puskesmas maupun rumah sakit.

Namun ketika dikonfirmasi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Sugiyanto, justru membantah keakuratan informasi yang beredar.

“Informasi dari kami tidak segarang itu. Kalau yang dibagikan itu malah fokus menakut-nakuti peserta,” tegas Sugiyanto, Sabtu (9/7).

“Peserta tidak akan mengalami kendala atau hambatan ketika berobat. Namun kalau belum screening, tentu akan mendapat pertanyaan yang sama seperti ketika melakukan skrining sendiri,” sambungnya.

Adapun screening kesehatan merupakan langkah preventif untuk mendeteksi penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung dan ginjal kronis.

“Dengan melakukan screening riwayat kesehatan, peserta dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran mengenai hidup sehat,” beber Sugiyanto.

Pun screening kesehatan cukup dilakukan sekali setahun dan berlaku untuk usia minimal 15 tahun.

Peserta BPJS Kesehatan dapat melakukan screening kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN dan laman BPJS khusus web skrining.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

AKBP Raden Brotoseno

News

Polri Tak Pecat AKBP Raden Brotoseno, Begini Penjelasan Irjen Ferdy Sambo

News

Eks Presiden ACT Diperiksa Bareskrim, Mengaku Siap Dikorbankan
Ilustrasi gempa. Foto-Istimewa

News

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sumba Barat Daya NTT

News

Hore, Dana Bagi Hasil ke Daerah dari APBN 2022 Naik Rp47,2 Triliun
Wagub DKI

News

Wagub DKI: BW Mundur Dari TGUPP, Langkah Tepat

News

DPR Setujui Lima RUU Provinsi Jadi UU
Hauling KM 101

News

Pasca Penutupan Hauling KM 101 Tapin, Asosiasi Angkutan-Dit Intelkam Polda Kalsel Dukung PEN!

News

Adaptasi dalam Transformasi Digital, Menkop-UKM: Jadi Kunci Resiliensi UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com