Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022 Pantas GR86 Jadi Primadona di GIIAS 2022, Berapa Harganya?
agustus

BI Proyeksikan PDB Indonesia akan Meningkat di 2022

- Apahabar.com     Selasa, 26 Juli 2022 - 14:33 WITA

BI Proyeksikan PDB Indonesia akan Meningkat di 2022

apahabar.com, JAKARTA – Bank Indonesia melihat bahwa akan ada kemungkinan terjadi stagflasi dalam perekonomian global saat ini. Hal ini menyebabkan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia mengalami penurunan.

Kepala Grup Deputi Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Wira Kusuma menjelaskan bahwa mulai dari 2021 sampai dengan Juni 2022 PDB Indonesia mengalami perkembangan. Hal tersebut disebabkan semakin meningkatnya harga komoditas ditambah penanganan Covid-19 yang baik membuat permintaan domestik ikut meningkat khususnya di konsumsi rumah tangga.

“Prediksi kami sumber pertumbuhan PDB kita akan banyak didominasi oleh permintaan domestik atau private consumsiton,” ujarnya dalam Forum Merdeka Barat bertema Pemulihan Ekonomi di Tengah KetidakPastian Global yang disiarkan melalui Youtube FMB9ID_IKP, Senin (25/7/2022).

Wira mengatakan saat ini PDB seperti konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan mencapai 4,34 persen setelah sebelumnya hanya di angka 3,55 persen. Adapun ekspor non migas terus mengalami kenaikan sehingga neraca perdagangan juga mengami surplus. Karena itu, tingkat depresiasi yang masih rendah membuat BI memproyeksikan PDB Indonesia masih akan mengalami peningkatan sekitar 4,5-5,3 persen di 2022.

Dia juga menambahkan perbaikan iklim investasi juga semakin mendorong minat Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia. Karena itu, ketidakpastian global membuat aliran modal ke negara berkembang seperti Indonesia menjadi tertahan. Namun secara keseluruhan sektor eksternal Indonesia masih solid.

“Defisit transaksi berjalan itu minus 0,5-0,3 persen ini menandakan residensi di sektor eksternal masih baik. Kemudian proyeksi kredit ini juga menandakan pertumbuhan aktifitas ekonomi meningkat, kita proyeksikan 9-11 persen,” ungkapnya. (Thomas)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Harga Emas

News

Harga Emas per Gram Tak Bergerak, Tertahan di Angka Cantik

News

Bappebti Setop Pelatihan Trading Ilegal Gamara di Bali
KPK

News

Wow, KPK Terima 395 Laporan Gratifikasi Lebaran
Martini memamerkan produk kerajinan rajut tangan yang diproduksi Moren’s by Nenny HC. Foto: Resti Wulandari - Apahabar.com

News

Optimistis Go Internasional, Apkasi Otonomi Expo Beri Peluang UMKM Kabupaten Bogor
Jemaah Haji Indonesia

News

Jelang Puncak Haji, Ratusan Jemaah Haji Indonesia Sakit

News

Isu Reshuffle 15 Juni Menguat, Siapa Terdepak?

News

Di Depan Elite PDI Perjuangan, Cak Nun Sebut Presiden Sekarang Belum Tepat
Karbon

News

Pacu Dekarbonisasi, PKT Targetkan Penekanan Emisi Karbon hingga 38% di 2040
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com