Kemenhub Intensifkan Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan Tindaklanjuti Instruksi Kapolri, Polda Kalsel Siap Copot Anggota Tersandung Pidana
agustus

Blakblakan! Sri Mulyani soal Kemungkinan Indonesia Dihantam Resesi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati blakblakan soal kemungkinan Indonesia dihantam krisis dan resesi.
- Apahabar.com     Kamis, 14 Juli 2022 - 11:04 WITA

Blakblakan! Sri Mulyani soal Kemungkinan Indonesia Dihantam Resesi

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati blakblakan soal kemungkinan Indonesia dihantam krisis dan resesi.

“Saya rasa seharusnya melihat saja faktual mengenai tadi background setiap negara sisi kinerja pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran, kinerja APBN, kinerja kebijakan moneter, dilihat inflasi, nilai tukar rupiah dan korporasinya,” ucap Sri Mulyani dilansir CNBC Indonesia, Kamis (14/7).

Beberapa negara lain yang terancam resesi antara lain Amerika Serikat (AS), Jepang, Kanada, Australia, Korea Selatan dan beberapa negara di Eropa.

Bahkan ada juga beberapa analisa yang mengkhawatirkan Indonesia akan terjerat krisis seperti Sri Lanka.

Saat ini ekonomi Indonesia masih tumbuh di sekitar level 5%.

APBN hingga akhir semester I-2022 juga masih surplus Rp 73,6 triliun atau 0,39% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Transaksi berjalan dimungkinkan juga tetap melanjutkan tren surplus meskipun mulai menipis.

Kekhawatiran banyak pihak memang ada di inflasi.

Inflasi pada Juni 2022 tercatat 0,61% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Inflasi tahun kalender adalah 3,19%.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Juni 2022 berada di 4,35%. Lebih tinggi dibandingkan Mei 2022 yang 3,55% sekaligus jadi yang tertinggi sejak Juni 2017.

Sementara itu, inflasi inti mencapai 2,63% dan harga yang diatur pemerintah 5,33% serta yang bergejolak 10,3%.

Dibandingkan banyak negara, inflasi yang terjadi di Indonesia cenderung rendah.

Sebab pemerintah mampu menahan kenaikan harga energi lewat subsidi sebesar Rp 520 triliun.

Sehingga masyarakat tidak merasakan beban berat seperti yang dialami negara lain.

“Presiden sering sampaikan di berbagai kesempatan dibandingkan harga di berbagai negara setiap negara harga beda dengan harga internasional pasti mesti kasih subsidi,” jelasnya.

Dengan demikian pemulihan ekonomi tetap bisa berlanjut pasca pandemi covid-19.

“Kami akan kerja berdasarkan data dan cara melihat berbagai kemungkinan risiko yang terjadi dan kami siapkan langkah untuk tanganinya,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Harga Minyak Dunia Melonjak, APBN Bengkak Menahan Subsidi BBM
Korupsi

News

Babak Baru Mega Korupsi Abdul Wahid, Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tipikor Banjarmasin
Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Sah, PNS Dapat Beralih Status Jadi Pegawai Otorita IKN
ladang ganja

News

Wow, 25 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Aceh
Habib Banua

News

Janggal Skandal BLBI, Habib Banua: Pansus Dalami Dugaan Rekayasa Aset BCA
harga emas antam

News

Harga Emas Antam Turun ke Rp984 Ribu per Gram
IKN Nusantara

News

Delapan Usulan Sistem Transportasi Cerdas di IKN, Yakin Dapat Terwujud?

News

Eropa Geger Indonesia Stop Ekspor Nikel, Jokowi Tanggapi Enteng: Ini Barang Kita Sendiri!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com