Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam
agustus

Bumil Jangan Panik! Begini Cara Cegah Penularan Hepatitis ke Anak

- Apahabar.com     Jumat, 29 Juli 2022 - 06:50 WITA

Bumil Jangan Panik! Begini Cara Cegah Penularan Hepatitis ke Anak

janin - hallo sehat

apahabar.com, JAKARTA – Dokter Spesialis Anak, Hanifah Oswari, mengatakan bayi yang lahir dari ibu dengan HBeAg positif berisiko lebih tinggi terjangkit Hepatitis B. Seiring beranjak dewasa, virus ini juga berpotensi menjadi penyakit kronis.

“Sekalinya bayi tersebut terkena Hepatitis B, dia (virus) pada umumnya menjadi kronis, 95 persen bisa menjadi kronis. Hanya lima sampai 10 persen saja yang bisa sembuh,” beber Hanifah, dikutip dari Webinar Hari Hepatitis Sedunia: Mendekatkan Askes Pengobatan Hepatitis, Kamis (28/7/2022).

Lebih lanjut, dia memaparkan, anak usia 0 sampai 20 tahun memang tidak menunjukkan gejala apa pun lantaran masih berada dalam fase immune tolerance. Hal ini berarti, tubuh anak masih menganggap virus Hepatitis B sebagai ‘teman’.

Namun, pada usia 20 hingga 40 tahun, immune respons mulai melakukan perlawanan untuk mengeluarkan virus dengan cara merusak sel-sel hati. Alhasil, ketika berusia 40 sampai 60 tahun, si penderita virus Hepatitis B bisa mengalami sirosis dan kanker hati.

Untuk mencegah hal tersebut, maka bayi yang baru lahir dari ibu dengan HBeAg positif mesti mendapatkan vaksinasi dan HBIg. Vaksin tersebut diberikan saat usia bayi kurang dari 24 jam.

“Khusus untuk bayi yang lahir dari ibu dengan HBeAg positif itu perlu ditambah HBIg. Sebab, efektvitas vaksin saja hanya mencapai 80 persen, sedangkan yang ditambah HBIg bisa mencapai 95 persen,” pungkas Hanifah.

Anggota Komite Ahli Hepatitis Kementerian Kesehatan itu menjelaskan, vaksin dan HBIg harus disuntikkan di paha yang berbeda. Artinya, jika vaksin disuntikkan di paha kiri, maka HBIg wajib disuntikkan di paha kanan. Hal ini bertujuan agar keduanya dapat bekerja dengan optimal.

Selain vaksinasi, lanjut dia, bayi yang lahir dari ibu dengan HBeAg positif juga perlu melakukan tes lab. Tes itu berupa HBsAg dan AntiHBS pada usia 9 sampai 12 bulan.

Hanifah menegaskan, bayi dari ibu dengan HBeAg negatif juga perlu mendapatkan vaksinasi Hepatitis B. Jika berat badan bayi saat dilahirkan lebih dari 2.000 gram, maka bisa langsung diberi vaksin ketika usianya kurang dari 24 jam.

Namun, apabila berat bayi saat dilahirkan kurang dari 2.000 gram, maka harus menunggu sampai usianya genap satu bulan untuk mendapatkan vaksinasi.

Anggota Gastrohepatologi IDAI itu mengatakan langkah-langkah tadi efektif dalam menekan penularan Hepatitis B di Indonesia. Hal ini didukung dengan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan, di mana menyatakan 98,8 persen bayi lahir dari ibu positif Hepatitis B bisa bebas dari virus tersebut. (Nurisma)

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Relax

6 Fakta Terkait Penangkapan Nikita Mirzani di Mal

Relax

Atta Halilintar-Aurel Hermansyah Gelar Tasyakuran Akikah Ameena, Live di RCTI!

Relax

Merah Putih Terus Berkibar, Pengrajin Bendera Ini Raup Untung Setiap Tahun
pokemon

Relax

Trailer Baru Pokémon, Dimulainya Petualangan Mencari Harta Karun

Relax

Jokowi Bakal Pakai Baju Adat Buton pada Upacara HUT ke-77 RI, Begini Filosofisnya

Relax

Ratusan Warga Tanah Abang Serukan Penolakan LGBT di Citayam Fashion Week!
Momen viral para pemudik

Relax

Momen Viral Para Pemudik, Bocah Tak Ingin Mudik-Angkut Motor di Bagasi Mobil
KKN Di Desa Penari

Relax

Film KKN Di Desa Penari Tembus 1 Juta Penonton di Malaysia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com