Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Catat, RKUHP; Gelandangan Bisa Didenda Rp1 Juta

Draf final Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RKUHP) di antaranya mengatur gelandangan di jalanan.
- Apahabar.com     Kamis, 7 Juli 2022 - 21:53 WITA

Catat, RKUHP; Gelandangan Bisa Didenda Rp1 Juta

Satpol PP Kota Banjarmasin berhasil menjaring 12 orang anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng), Selasa (4/2/2020) lalu. Foto-dok

apahabar.com, JAKARTA – Draf final Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RKUHP) di antaranya mengatur gelandangan di jalanan.

Gelandangan merupakan orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan. Jika mereka mengganggu ketertiban umum diancam dengan Rp1 juta.

Nah, pada pasal 429 draf RUKUHP menyebutkan, seseorang yang bergelandangan di ruang-ruang publik maka dapat didenda maksimal kategori I.

“Setiap Orang yang bergelandangan di jalan atau di tempat umum yang mengganggu ketertiban umum dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I,” demikian bunyi Pasal 429 draf RKUHP.

Dalam RKUHP itu, membagi 8 kategori denda terkait tindak pidana. Besaran denda mulai dari Rp1 juta hingga Rp50 miliar. Aturan soal hukuman denda diatur pada pasal 79 ayat 1.

Pidana denda paling banyak ditetapkan berdasarkan:

a. kategori I, Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah);

b. kategori II, Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah);

c. kategori III, Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);

d. kategori IV, Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah);

e. kategori V, Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah);

f. kategori VI, Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah);

g. kategori VII, Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah); dan

h. kategori VIII, Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Di sisi lain RKUP juga mengatur hukuman bagi orangtua yang mengajak anaknya untuk mengemis.

Dalam draf tersebut, seseorang yang memanfaatkan anak di bawah dua belas tahun untuk mengemis bisa dipidana maksimal empat tahun.

Aturan itu tercantum pada pasal 428 draf final RKUHP. Kemudian, pada ayat dua pasal yang sama disebutkan, seseorang yang menerima anak untuk dimanfaatkan akan diganjar hukuman sama yakni empat tahun penjara.

Berikut aturan lengkap pasal Pemanfaatan Anak untuk Pengemisan di RKUHP:

Bagian Ketujuh
Pemanfaatan Anak untuk Pengemisan

Pasal 428

(1) Setiap Orang yang memberikan atau menyerahkan kepada orang lain anak yang ada di bawah kekuasaannya yang sah dan belum berumur 12 (dua belas) tahun, padahal diketahui bahwa anak tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan meminta-minta atau untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau yang dapat membahayakan kesehatannya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.

(2) Setiap Orang yang menerima anak untuk dimanfaatkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana yang sama.

Bagian Kedelapan
Penggelandangan

Pasal 429

Setiap Orang yang bergelandangan di jalan atau di tempat umum yang mengganggu ketertiban umum dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Jenderal Dudung Terima Gelar Kehormatan Dewan Adat Dayak Kalteng
parkir

News

Undang-undang Melarang 10 Area Ini untuk Parkir
E-TLE Banjarmasin

News

Polda Kalsel Kepepet Duit E-TLE, Kapolda: Ini Bukan Hanya Soal Penertiban

News

Masuk Sektor Unggulan, Bali Targetkan Capai 270.000 Hektare Pertanian Organik Pada 2024
Presiden Uni Emirat Arab

News

Innalillahi… Presiden Uni Emirat Arab Meninggal Dunia
Bukber

News

Bendum PBNU Mardani H Maming Siapkan Menu Bukber untuk Masjid Muhammadiyah Annizam Pagatan Tanbu

Nasional

Ahli Pertambangan: Tak Ada Pasal Mengatur Peralihan IUP Kena Sanksi Pidana Maupun Administrasi
Ilustrasi. Foto-Net.

News

Diduga Hina Erdogan, Jurnalis di Turki Ditahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com