Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Cegah Lonjakan Covid-19, Pemerintah Terapkan Skrining Berlapis bagi Jemaah Haji

Reisa mengatakan bagi jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, maka dapat diperbolehkan kembali ke rumahnya. Selain itu, juga dihimbau untuk terus memantau kondisi kesehatannya selama 14 hari ke depan.
- Apahabar.com     Jumat, 15 Juli 2022 - 22:17 WITA

Cegah Lonjakan Covid-19, Pemerintah Terapkan Skrining Berlapis bagi Jemaah Haji

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro menyampaikan keterangan pers tentang update kondisi Covid-19 di Indonesia. Foto: Apahabar.com

Apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan sistem skrining kesehatan berlapis untuk kedatangan jemaah hingga kembali kerumah masing masing. Hal tersebut dilakukan guna untuk mengantisipasi lonjakan kasus aktif Covid-19.

“Skrining yang dimaksudkan adalah mulai dari pengecekan suhu tubuh melalui thermal scanner dan thermal gun, pengecekan tanda dan gejala, serta melakukan obersevasi terhadap jamaah di asrama haji di Bekasi,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/7/2022).

Diketahui gelombang pertama kepulangan jemaah haji akan kembali dari tanggal 15 Juli 2022 hingga 30 Juli 2022. Adapun kepulangan jamaah haji kedua mulai dari 30 Juli 2022 hingga 13 Agustus 2022.

Reisa mengatakan bagi jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, maka dapat diperbolehkan kembali ke rumahnya. Selain itu, juga dihimbau untuk terus memantau kondisi kesehatannya selama 14 hari ke depan.

“Apabila didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukan potensi penyakit menular maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen. Jika hasilnya positif akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang atau berat, akan dirujuk ke rumah sakit Covid-19,” jelasnya.

Mencegah kasus Covid-19 meluas, kata Reisa, Kementrian Kesehatan telah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk menyiapkan 10 sampai 30 persen dari kapasitas tempat tidur.

“Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi serta menyiapkan jumlah tempat isoloasi mandiri terpusat dan tidak lupa menyapkan alat kesehatan, obat-obatan dan APD,” pungkasnya. (Resty)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Viral Video Pencopet di Angkot, Kepergok Malah Mengamuk
Setya Novanto

Nasional

Beredar Foto Setya Novanto dan HP di Lapas, Ditjen PAS Usut dari Mana Asalnya
apahabar.com

Nasional

KPU: 54 Petugas KPPS Meninggal dan 32 Orang Sakit Pasca Pemilu
SBY Lapor ke Jokowi

Nasional

Terdiagnosis Kanker Prostat, SBY Lapor ke Jokowi
Rapid Antigen Bekas

Nasional

Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri

Nasional

Nadiem: 173 Ribu Guru Honorer Lolos Seleksi PPPK
apahabar.com

Nasional

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bank Mantap Ubah Jam Layanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com