Berkedok Guru Spiritual, Pria Batola Cabuli Empat Jemaah, Satu dari Tapin! Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru
agustus

Delapan Usulan Sistem Transportasi Cerdas di IKN, Yakin Dapat Terwujud?

Sistem transportasi cerdas atau Intelligent Transportation System (ITS) akan dikembangkan di IKN Nusantara, Kaltim.
- Apahabar.com     Jumat, 15 Juli 2022 - 14:07 WITA

Delapan Usulan Sistem Transportasi Cerdas di IKN, Yakin Dapat Terwujud?

Lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Sepaku, Kalimantan Timur. Foto: Kementerian PUPR

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sistem transportasi cerdas atau Intelligent Transportation System (ITS) akan dikembangkan di IKN Nusantara, Kaltim. Sudah ada delapan sistem transportasi diusulkan.

“Saya berharap ITS dapat menjadi sistem yang implementable dan doable serta mampu menjawab tantangan di masa depan IKN dengan mengadaptasi teknologi mutakhir, internet of things, kecerdasan buatan, dan teknologi robotik,” ungkap Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono.

Hal ini diungkapkannya dalam Webinar ITS Indonesia dengan tema “Merancang Transportasi Cerdas di Ibu Kota Nusantara” yang diselenggarakan secara daring, Kamis (14/7/2022).

Menurutnya dalam pengembangan ITS di IKN perlu memperhatikan tiga hal. Pertama, integrasi ITS dengan rencana induk transportasi berkelanjutan di Nusantara.

Kedua, sistem yang dikembangkan ITS harus mampu menjawab tantangan ke depan secara dinamis untuk mengantisipasi masa depan teknologi transportasi.

Ketiga, teknologi yang dikembangkan harus sesuai dengan kapasitas institusi yang akan menjalankannya.

“Jangan sampai terjadi ketergantungan kepada satu ahli atau perusahaan tertentu. Transfer teknologi harus menjadi bagian dari capacity building, dan pelaksanaannya harus melibatkan institusi lokal utamanya kampus akademis yang diharapkan bisa mengembangkan lebih lanjut teknologi yang ada,” kata Bambang.

Ia juga menyampaikan bahwa adaptasi sistem transportasi cerdas harus layak secara teknis, dapat diterima secara sosial, layak secara ekonomi dan finansial, dan berkelanjutan secara lingkungan.

Koordinator Tim Ahli Tim Transisi IKN Wicaksono Sarosa menjelaskan bahwa perencanaan transportasi di IKN akan memenuhi 8 Prinsip dan 24 Indikator Kinerja Utama (KPI) yang tertuang dalam lampiran UU IKN.

Perencanaan transportasi di IKN bertujuan untuk memenuhi prinsip-prinsip dan target KPI. Seperti Prinsip Terhubung Aktif dan Mudah Diakses dengan target KPI 80% perjalanan dengan transportasi publik atau mobilitas aktif, serta 10 menit ke fasilitas penting dan simpul transportasi publik.

Di dalam rencana induk, angkutan umum akan menjadi tulang punggung mobilitas IKN. Di dalamnya terdapat empat koridor transportasi yakni koridor regional, koridor primer, koridor sekunder, dan tersier.

“Koridor regional menggunakan kereta regional dan juga tol, koridor primer dengan kereta dalam kota, koridor sekunder menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) listrik, dan koridor tersier menggunakan kendaraan listrik otonom (Autonomous EV), sepeda, dan bus feeder,” kata Wicaksono.

Delapan Usulan

Pemimpin Tim Penyusun Rencana Induk sistem transportasi cerdas di IKN sekaligus Wakil Presiden ITS Indonesia Resdiansyah mengungkapkan bahwa sudah mengusulkan delapan sistem ITS untuk IKN.

Antara lain Advanced Traffic Management Systems (ATMS), Advanced Public Transportation System (APTS), Incident Management System (IMS), Electronic Payment System (APS), Advanced Traveller Information System (ATIS), Advanced Parking Management System (APMS), Commercial Vehicle Operation System (CVOS), dan Autonomous Driving System (ADS).

Akan tetapi, menurut Resdiansyah, tidak semua teknologi transportasi cerdas yang diajukan bisa diadopsi sepenuhnya di IKN.

Terdapat beberapa hambatan dalam penerapan ITS mulai dari kondisi geografis, perencanaan infrastruktur, hingga sumber daya manusia dan perubahan perilaku mengemudi.

“Tantangannya tidak mudah tetapi tidak ada yang sulit, ini hanya menjadi tantangan yang cukup serius terutama sumber daya manusianya,” ungkapnya.

Dengan mempertimbangkan target dan tantangan yang ada, sistem pengendali lalu lintas cerdas direncanakan akan menjadi teknologi ITS pertama yang dikembangkan di IKN khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

“Kita akan melompat ke generasi ke-4 (teknologi pengendali lalu lintas) di awal karena simpul lalu lintas masih di bawah 100 dan segera kita akan menuju ke digital twin traffic controller yang berbasis artificial intelligence. Di sini machine learning akan digunakan untuk memprediksi seluruh lalu lintas yang ada di IKN dan akan terintegrasi satu sama lain,” jelasnya.

Digital twin, jelas Resdiansyah adalah teknologi yang memanfaatkan teknologi sensing dengan kecerdasan buatan yang dipasang di seluruh IKN untuk mengumpulkan data. Kemudian data yang telah dikumpulkan akan disimulasikan sehingga bisa dilakukan modelling untuk mengefisiensikan setiap detik lalu lintas di IKN.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BLT

News

BLT Migor di Banjar Disalurkan, Penerimanya Sama
Presiden Jokowi

News

Langkah Jokowi Dorong Produksi Kendaraan Listrik, Beri Insentif-Pangkas Regulasi
Hipmi

News

Jelang Ramadan, Hipmi Tanah Bumbu Bakal Gelar Pasar Murah
Cuaca Kalsel Hari Ini

News

BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir

News

Dalam RUU KIA, Muncul Usulan Ayah Dapat Cuti 40 Hari
Mg motor indonesia

News

Mobil Listrik MG Siap Melantai di GIIAS 2022, Ini Bocorannya
mudik

News

Mau Mudik? Simak Ketentuan dari Satgas Covid-19 Berikut
pacific bike

News

Si Anak Baru Pasific Bike Langsung Tawarkan 2 Tipe Motor Listrik di EV Test Track
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com