Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022
agustus

Dibayangi Resesi Global, Rupiah Melemah Lagi Mengejar Dolar

Nilai tukar rupiah mulai mendekati Rp15 ribu lagi, atau tepatnya bertengger di posisi Rp14.996 per dolar Amerika Serikat, Kamis (21/7).
- Apahabar.com     Kamis, 21 Juli 2022 - 10:59 WITA

Dibayangi Resesi Global, Rupiah Melemah Lagi Mengejar Dolar

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Foto: Tirto

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah mulai mendekati Rp15 ribu lagi, atau tepatnya bertengger di posisi Rp14.996 per dolar Amerika Serikat, Kamis (21/7).

Dengan demikian, rupiah melemah 7 poin atau 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Seperti dolar Singapura yang melemah 0,01 persen, won Korea Selatan 0,15 persen, bath Thailand 0,20 persen, higga peso Filipina 0,08 persen.

Pelemahan juga dialami yuan China sebesar 0,17 persen, ringgit Malaysia 0,09 persen stagnan dan rupee India melemah 0,05 persen.

Sedangkan mayoritas mata uang utama di negara maju, terpantau variatif terhadap dolar Amerika Serikat.

Rinciannya poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia 0,04 persen. Hanya franc Swiss menguat 0,01 persen, diikuti dolar Kanada 0,03 persen.

Pelemahan ini diyakini sebagai imbas ekspektasi pasar The Fed yang hanya menaikkan suku bunga acuan sebesar 3 persen di akhir 2022 untuk menurunkan inflasi di Amerika Serikat.

“Apabila Bank Indonesia masih menunda kenaikan suku bunga acuan, spread yield dengan suku bunga acuan AS akan makin menyempit,” papar analis pasar uang, Ariston Tjendra, seperti dilansir CNN.

“Hal tersebut membuat aset dolar AS menjadi lebih menarik dibandingkan rupiah. Kemudian sentimen inflasi dan resesi global juga masih juga masih memberi tekanan ke aset berisiko termasuk rupiah,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jokowi

News

Lagi, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Beli Produk Dalam Negeri 
Kamboja

News

Viral! Video TKI di Kamboja Disetrum, Kemenlu Turun Tangan
Penembakan polisi

News

Bharada E Belum Tentu Pelaku, Komnas HAM: Dia Tersangka Atas Pengakuannya
hotman paris

News

Hotman Paris dan Ingrid Widjanarko Bacakan Teks Proklamasi di Jalan

News

HUT Emas HIPMI, Momentum Anak Muda Jadi Entrepreneur dan Pemimpin Masa Depan

News

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Bakal Naik
Mudik

News

Arus Balik Macet Parah, Kapolri Minta Kantor WFH

News

Menkes Ungkap Kriteria Tenaga Kesehatan Honorer Prioritas ASN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com