Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Fakta-fakta Soal Cacar Monyet, Penting Diketahui

Setelah cacar monyet dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai keadaan Darurat Kesehatan Global, penting diketahui fakta-fakta dibalik penyakit ini.
- Apahabar.com     Rabu, 27 Juli 2022 - 22:59 WITA

Fakta-fakta Soal Cacar Monyet, Penting Diketahui

WHO sudah menyatakan cacar monyet sebagai keadaraan Darurat Kesehatan Global, seiring peningkatan kasus di Eropa dan Amerika Serikat. Foto: NBC

apahabar.com, JAKARTA – Setelah cacar monyet dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai keadaan Darurat Kesehatan Global, penting diketahui fakta-fakta dibalik penyakit ini.

Status Darurat Kesehatan Global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) itu dibuat WHO untuk menggarisbawahi kekhawatiran tentang penyebaran infeksi secara cepat.

Berikut sejumlah fakta yang dilansir CNN soal cacar monyet yang perlu diketahui:

1. Gejala cacar monyet

Orang yang terpapar cacar monyet biasanya mengalami semua atau hanya beberapa dari gejala. Gejala dari virus ini biasanya mulai muncul dalam tiga minggu setelah terpapar virus.

Gejala cacar monyet ditandai dengan demam, sakit kepala parah, sakit punggung, dan asthenia berat (kekurangan energi).

Sedangkan gejala yang kedua setelah demam adalah erupsi kulit yang biasanya muncul satu sampai tiga hari kemudian.

Ruam lebih sering ditemukan di wajah dan anggota badan lain. Dalam hampir 95 persen kasus, virus tersebut mempengaruhi telapak tangan dan telapak kaki.

Secara umum, rasio kematian kasus cacar monyet secara tradisional berfluktuasi dari 0 hingga 11 persen.
Presentasi kasus lebih tinggi ditemukan kepada anak kecil. WHO melaporkan tingkat kematian dari kasus baru-baru ini antara 3 dan 6 persen.

2. Vaksinasi

Beberapa penelitian observasional telah menunjukkan bahwa vaksinasi cacar hampir 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet.

Dua jenis vaksin yang tersedia termasuk vaksin cacar monyet dengan dua suntikan. Suntikan pertama diberikan di awal, kemudian disusul dengan suntikan kedua yang akan diberikan 4 minggu kemudian.

3. Pencegahan cacar monyet

WHO mengatakan metode pencegahan utama untuk cacar monyet termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang faktor risiko, serta mengajari seluruh individu tentang langkah yang dapat diambil untuk menghindari paparan virus.

Petunjuk yang harus diikuti termasuk menghindari berhubungan dengan siapa pun yang memiliki ruam menyerupai cacar monyet, serta menghindari sentuhan.

Seseprang juga tidak dianjurkan untuk berbagi peralatan dengan penderita cacar monyet, menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol, serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga mengeluarkan pedoman pencegahan untuk orang yang menderita cacar monyet, seperti tinggal di ruangan atau area terpisah dari orang ataupun hewan peliharaan.

Adapun virus penyebar cacar monyet tidak memiliki obat khusus. Biasanya, pasien harus tinggal di rumah sakit khusus untuk mencegah penyebaran infeksi dan untuk mengurangi gejala umum.

4. Paling berisiko terpapar

Orang dengan risiko paling tinggi adalah mereka yang melakukan kontak kulit atau kontak seksual dengan penderita cacar monyet.

Sebagian besar kasus terjadi di kalangan gay, biseksual atau laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis.

5. Darurat global

Tercatat lebih dari 16 ribu kasus virus cacar monyet telah didokumentasikan di 75 negara di seluruh dunia, sehingga WHO menyatakan situasi sebagai Keadaan Darurat Global sejak 23 Juli 2022.

Meskipun Eropa disebut sebagai pusat penyebaran dengan laporan lebih dari 80 persen kasus, jumlah infeksi di Amerika Serikat juga meningkat pesat. Negara ini telah mengonfirmasi melaporkan lebih dari 2.000 kasus.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Comeback Dramatis, City Juarai Liga Inggris!
Trio Motor

News

Trio Motor Edukasi Anak Usia Dini Soal Berkendara yang Aman

News

PDB Triwulan I 2022 Sebesar 37,33 Persen Berasal dari Industri Makanan dan Minuman
Perusahaan Listrik

News

Disnakertrans Kalsel: Tak Bayar THR, Siap-Siap Sanksi

News

Keji! KKB Papua Tembaki Warga Sipil, 10 Orang Tewas
Roy Suryo

News

Lemas-Berkursi Roda Usai Diperiksa, Roy Suryo Tak Ditahan

News

Langgar Privasi Pengguna, Twitter Didenda Rp2,1 Triliun
Presiden Vladimir Putin

News

Geram, Putin Ancam Negara yang Beri Sanksi ke Rusia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com