Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar 
agustus

Hadirkan Eks Kepala PPATK, Denny Indrayana Merasa Diuntungkan Dengan Saksi Ahli KPK

- Apahabar.com     Jumat, 22 Juli 2022 - 21:24 WITA

Hadirkan Eks Kepala PPATK, Denny Indrayana Merasa Diuntungkan Dengan Saksi Ahli KPK

apahabar.com, JAKARTA – Sidang praperadilan Mardani H. Maming kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2022).

Agenda yang dibawakan hari ini adalah mendengarkan ahli dari pihak termohon, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada kesempatan kali ini KPK menghadirkan dua orang ahli. Dua ahli tersebut ialah mantan Kepala PPATK Yunus Husein sebagai ahli perbankan, dan Muhammad Arif Setiawan sebagai ahli pidana.

Pihak pemohon (Mardani H. Maming) melalui kuasa hukumnya, Denny Indrayana mengamini pernyataan ahli pidana yang dihadirkan oleh KPK. Dirinya mengutip pernyataan Yunus Husein yang mengangkat soal modus perusahaan.

“Suatu korporasi bisa dianggap modus jika abal-abal perusahaan itu. Misalnya transaksinya tidak ada underline-nya, tidak jelas, pembukuannya tidak rapih, dan dengan tunai. Sedangkan kasus ini underline transaction nya jelas, pembayarannya ke rekening, pembayarnya & penerimanya jelas, perjanjiannya ada, perusahaannya memang bergerak di bidang itu, nanti kita buktikan,” ujar mantan Wamenkumham tersebut.

Pihaknya pun merasa berterima kasih kepada KPK yang sudah menghadirkan ahli yang memperkuat tuntutan pihak kuasa hukum.

“Saya terima kasih KPK menghadirkan saksi ini, mempertegas bahwa yang terjadi ini adalah transaksi bisnis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan membuktikan bahwa kasus ini murni karena adanya transaksi yang terjadi. Bukti-bukti tersebut akan dikemukakan pada kesempatan sidang berikutnya, Senin yang akan datang.

“Nanti kita akan menunjukkan bukti-bukti bahwa memang ini adalah transaksi. Karena ada unsur-unsur dicatat, tidak dalam bentuk tunai, dan jelas siapa yang menerimanya. Kita akan buktikan hari Senin,” pungkasnya.

Sidang ini pun akan dilanjutkan pada hari Senin, 25 Juli 2022. Agenda sidang praperadilan selanjutnya akan menghadirkan bukti-bukti dari kedua belah pihak, yaitu pemohon dan termohon. (REGENT)

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hujan Abu Tipis Guyur 2 Desa di Sekitar Gunung Merapi
apahabar.com

Nasional

Harimau Diduga Masuk Kampus Unsri, BKSDA Cek Lokasi
Tenggelam

Nasional

Kronologi 11 Siswa MTs Harapan Baru Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai

Nasional

Kepala BNPB ke Lumajang, Pastikan Penanganan Dampak Letusan Gunung Semeru Berjalan Baik
apahabar.com

Nasional

Berakhir Besok, Anies Perpanjang Lagi PSBB Jakarta?
AHY

Nasional

Pengesahan KLB Partai Demokrat Ditolak Kemenkumham, AHY: Kabar Baik Bagi Demokrasi
Perang

News

Menlu RI: Belum Ada Tanda Perang Rusia-Ukraina Akan Berakhir

News

Wahai Pecinta Kopi! Selamat Datang di Era ‘Ngopi Instagenik’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com