Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Hasil Riset BKKBN: 9,8 Persen Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

- Apahabar.com     Selasa, 26 Juli 2022 - 23:26 WITA

Hasil Riset BKKBN: 9,8 Persen Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

Kecanduan penggunaan gawai ikut memacu peningkatan gangguan kesehatan jiwa anak. Foto: Media Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Hasil riset Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terhadap anak Indonesia, menunjukkan fakta kurang menggembirakan.

Berdasarkan berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Rikesda) yang dirangkum akhir 2018, mental anak-anak Indonesia mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan atau eror sebesar 9,8 persen.

Pendataan Rikesda yang dilakukan lima tahun sekali ini juga menunjukkan bahwa eror anak Indonesia meningkat. Sebelumnya berdasarkan hasil riset 2013, tingkatan eror itu hanya 6,1 persen.

“Anak-anak yang mengalami eror itu sulit diajak maju dan belajar,” papar Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, seperti dilansir Antara, Selasa (26/7).

“Pekerjaan mereka hanya mengeloni atau bermain ponsel, lalu lama-kelamaan hidup di alam dan pikiran sendiri,” imbuhnya.

Kondisi gangguan jiwa ringan itu terjadi karena stres dan sering hidup di alam sendiri. Ditambah keberadaan gawai, anak-anak semakin sulit diatur dan diajak untuk maju.

“Banyak anak justru menjadi banyak masalah, sehingga gawai ikut membuat anak susah diatur. Itu banyak terjadi di lingkungan. Meski berbadan sehat, tapi mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan,” tegas Hasto.

“Makanya orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan, ketika anak mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan. Dalam situasi ini, peran pendamping akan sangat dibutuhkan,” sambungnya.

Upaya pendampingan ini semakin penting, karena gangguan jiwa berat telah meningkat menjadi 7 per 1.000 anak.

Belum ditambah anak kecanduan narkoba yang mencapai 5,1 persen. Akibatnya rumah tahanan semakin penuh dengan 60 persen tahanan anak kecanduan narkoba.

“Kami berharap orang tua memberikan pengasuhan, perawatan dan pengawasan yang baik agar jangan sampai anak mengalami gangguan mental berat,” tandas Hasto.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Cuaca Kalsel

News

Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan-Petir Intai Hulu Sungai!

News

Truk Pertamina Seruduk Pengendara di Cibubur: Belasan Tewas, Tak Ada Jejak Rem
Habib Banua

News

Janggal Skandal BLBI, Habib Banua: Pansus Dalami Dugaan Rekayasa Aset BCA
PLN

News

Aliran Listrik ke Chernobyl Terputus, Ukraina Ingatkan Bahaya Kebocoran Nuklir

News

Kontingen Indonesia Kesulitan Cari Makanan Halal di Vietnam
gunung meletus

News

Badan Cuaca Nasional Jepang Waspadai Letusan Susulan Gunung Sakurajima, 566 WNI Ada di Prefektur Kagoshima

News

Usai Cabut Larangan, Pemerintah Incar Ekspor 1 Juta Ton CPO
Uniska

News

Hadirkan Advokat Andal, BEM FH Uniska Bahas Kekerasan Seksual di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com