Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam
agustus

Jangan Salah Kaprah, Stut Motor Tidak Akan Ditilang

- Apahabar.com     Senin, 11 Juli 2022 - 14:04 WITA

Jangan Salah Kaprah, Stut Motor Tidak Akan Ditilang

Bukan disanksi tilang, polisi malah dianjurkan membantu stut motor masyarakat yang mengalami kerusakan atau kehabisan bahan bakar. Foto: KAI

apahabar.com, JAKARTA – Dilandasi maksud membantu, stut motor diklaim bukan merupakan pelanggaran lalu lintas yang harus dijatuhi sanksi tilang.

Stut adalah istilah pengendara sepeda motor mendorong sepeda motor lain. Aktivitas ini disebabkan motor yang didorong mogok atau kehabisan bahan bakar.

Biasanya stut dilakukan dengan cara mendorong motor menggunakan salah satu kaki pengendara. Kaki pendorong akan berada di pijakan kaki pengendara atau bagian bodi motor yang didorong.

“Stut yang dilakukan karena motor mogok atau habis bensin tidak ditilang,” tegas Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Sambodo Purnomo Yogo, seperti dilansir CNN, Senin (11/7).

“Kalau masyarakat sedang kesulitan, seharusnya polisi menolong, bukan malah menilang. Artinya Ditlantas Polda Metro Jaya tidak akan menilang yang setut motor, malah sebaliknya harus ditolong,” imbuhnya.

Ikhwal Tilang Stut

Penjelasan Dirlantas Polda Metro Jaya sekaligus merespons narasi di media sosial dalam sepakan terakhir. Disebutkan bahwa pelaku stut bisa dikenakan sanksi tilang dan denda hingga Rp250 ribu.

Hukuman itu mengacu kepada Pasal 287 ayat 6 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Dalam pasal itu ditetapkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf h dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Asumsi lain dari pelanggaran setut adalah Pasal 105 UU LLAJ yang mewajibkan setiap pengguna jalan untuk berlaku tertib dan atau mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan, dan keselamatan lalu lintas.

Lalu Pasal 106 ayat 4 UU LLAJ juga menuliskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan, antara lain tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain.

Juga Pasal 311 ayat 1 UU LLAJ juga disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp3 juta.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Inflasi

News

Jokowi Wanti-Wanti Lonjakan Arus Mudik, Polri Lakukan Persiapan

News

Mau ke GIIAS 2022? Ada Shuttle Bus Gratis Nih, Berikut Lokasi dan Jadwalnya
Susi Air

News

Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, Begini Kondisi Penumpang!

News

Usai Cabut Larangan, Pemerintah Incar Ekspor 1 Juta Ton CPO
Jurnalis Al Jazeera

News

Israel Hentikan Penyelidikan Perkara Ricuh di Pemakaman Jurnalis Al Jazeera

News

Bermodal Kartu Pertamina, Pria di Balikpapan Asyik Ngetap Solar 
Mudik

News

5 Tips Mencegah Pencurian saat Mudik Lebaran 2022

News

Harga Minyak Dunia Melonjak, APBN Bengkak Menahan Subsidi BBM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com