Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar 
agustus

Jangan Sembrono! Begini Aturan Penempatan Lampu Merah

- Apahabar.com     Jumat, 22 Juli 2022 - 12:57 WITA

Jangan Sembrono! Begini Aturan Penempatan Lampu Merah

Traffic lights at night outdoors at sunset. (Foto: Riga, Latvia)

apahabar.com, JAKARTA – Penyebab kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki Pertamina masih terus diselidiki. Hingga saat ini, polisi belum merilis secara resmi penyebab insiden naas tersebut.

Akan tetapi, tak sedikit yang menyorot soal penempatan lampu merah di lokasi kejadian. Penempatan lampu merah tersebut dianggap kurang strategis, bahkan tak jarang menjadi ancaman bagi kendaraan yang melintas.

Bukan tanpa alasan, sebab kontur jalanan di tempat perkara yang berlokasi di Jalan Transyogie, Jatisampurna, Bekasi, merupakan turunan panjang. Lampu merah di jalan tersebut, kabarnya, baru ditempatkan beberapa bulan yang lalu.

Keberadaan lampu merah itu sebenarnya sempat diprotes oleh warga sekitar lantaran dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan. Benar saja, insiden truk tangki Pertamina itu bukanlah kecelakaan yang pertama kali.

Pihak kepolisian juga mengatakan bahwa lampu lalu lintas di lokasi kejadian tidak layak beroperasi. Akibatnya, lampu merah tersebut dinonaktifkan untuk sementara waktu.

Fakta ini mungkin akan membuat Anda bertanya-tanya. Kalau memang lampu lalu lintas yang ditempatkan di turunan panjang tak layak beroperasi, lantas mengapa pembukaan lampu tersebut bisa terjadi?

Aturan pemasangan lampu merah yang tepat sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam beleid tersebut, lampu lalu lintas disebut sebagai Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).

Adapun beleid yang mengatur soal pemasangan lampu lalu lintas dijelaskan lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 49 Tahun 2014 tentang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.

Pasal 28 menyebut bahwa penempatan dan pemasangan APILL dilakukan oleh Direktural Jenderal untuk jalan nasional, gubernur untuk jalan provinsi, bupati untuk jalan kabupaten dan desa, serta walikota untuk jalan kota.

Soal tata cara penempatan APILL, Pasal 29 menjelaskan bahwa ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan. Di antaranya, desain geometrik jalan, kondisi tata guna lahan, jaringan lalu lintas dan angkutan jalan, situasi arus lalu lintas, kelengkapan bagian konstruksi jalan, kondisi struktur tanah, konstruksi yang tidak berkaitan dengan pengguna jalan.

Lebih lanjut, Pasal 35 menjelaskan bahwa APILL yang dipasang pada persimpangan dan ruas jalan mesti memenuhi sejumlah aturan tertentu. Salah satunya, penempatan armatur paling rendah yang diukur dari permukaan jalanan. (Nurisma)

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Pria Tewas Bermandikan Darah di Trikora Banjarbaru, Motifnya Terungkap
APKASi OTONOMI EXPO 2022

News

APKASI Expo, Jadi Ajang “Barter” Komoditi Unggulan Antar Kabupaten

News

50 Ribu Warga Ukraina Mengungsi Sejak Rusia Menyerang
UTBK SBMPTN 2022

News

Mulai Hari Ini! Simak Dokumen-Tatib Wajib UTBK SBMPTN 2022
Pemilu Serentak 2024

News

Masa Kampanye Pemilu 2024 Dipangkas Hanya 75 Hari

Nasional

Optimis Praperadilan Menang, Kuasa Hukum: Mohon KPK Tunggu Putusan Praperadilan
Ketua Komisi I DPRD Tala, Yoga Pinis Suhendra

News

Vital Sokong KI Jorong, Pelabuhan Pelaihari Swarangan Belum Maksimal
Kecelakaan Kandangan

News

Innalillahi.. Laka Maut di Kandangan-Batulicin Tewaskan Anak Eks Pambakal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com