Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam
agustus

Jenazah Brigadir J Bakal Diautopsi Ulang, Keluarga Minta TNI Terlibat

- Apahabar.com     Kamis, 21 Juli 2022 - 11:24 WITA

Jenazah Brigadir J Bakal Diautopsi Ulang, Keluarga Minta TNI Terlibat

Pengacara Brigadir J usai melaporkan dugaan pembunuhan ke Bareskrim. Foto-Detik.com.

apahabar.com, JAKARTA – Jenazah Brigadir J bakal diautopsi ulang dalam waktu dekat. Tim forensik dari TNI akan ikut dilibatkan.

Kuasa Hukum keluarga, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan tim forensik dari TNI akan ikut membantu proses autopsi ulang jenazah Brigadir J. Pihak kepolisian juga telah menyetujui hal tersebut, saat gelar perkara awal kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

“Telah dibicarakan dalam gelar perkara, bahwa akan dibentuk tim independen, yaitu melibatkan dokter-dokter forensik gabungan dari RSPAD, kemudian dari RSAL, RSAU,” ujarnya kepada wartawan, dilansir CNN Indonesia, Kamis (21/7).

Kamaruddin mengatakan selain tim forensik dari TNI, proses autopsi Brigadir J juga akan melibatkan tim dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan satu rumah sakit swasta nasional.

Kendati demikian, pihaknya masih belum bisa membeberkan secara pasti kapan autopsi itu akan digelar. Hanya saja, kata dia, tim khusus Polri menjamin akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kapannya itu belum bisa tentukan karena suratnya baru kami masukkan. Tapi segera, usulannya sudah disetujui, tinggal penyidik mengkoordinir,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak keluarga menolak hasil autopsi yang telah dilakukan tim forensik RS Polri terhadap jasad Brigadir J.

Kamaruddin meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim independen untuk proses autopsi ulang terhadap Brigadir J.

Tujuannya, agar prosesi autopsi tersebut dapat melibatkan pihak luar selain kepolisian. Sebab, pihaknya meragukan kredibilitas hasil autopsi yang pertama.

“Kami menolak dan memprotes hasil yang kemarin itu karena kredibilitasnya. Kami mohon dibentuk tim yang baru supaya legal dan dapat dipercaya. Supaya kredibilitasnya bisa dipercaya dan autentik,” ujarnya, Rabu (20/7).

Brigadir J disebutkan tewas dalam insiden saling tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Namun, peristiwa itu baru diungkap pada Senin (11/7).

Polisi mengklaim penembakan itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo.

Polisi mengatakan Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E. Tidak ada peluru yang mengenai Bharada E. Sementara tembakan Bharada E mengenai Brigadir J hingga tewas.

Kapolri telah membentuk tim khusus untuk mengusut insiden tersebut. Selain itu, Komnas HAM juga melakukan penyelidikan secara independen terhadap kasus itu.

Saat ini Sambo telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri. Kapolri mengatakan penonaktifan Sambo agar penyidikan kasus penembakan Brigadir J terlaksana dengan baik dan menghindari berbagai spekulasi publik.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jemaah Umrah

News

Disorot Perdana Menteri Malaysia, Jemaah Umrah Diduga Perempuan Kenakan Ihram Laki-laki Viral

News

Covid-19 Melandai, Tak Rugi Meneruskan Kebiasaan Cuci Tangan dan Pakai Masker

News

Keterbatasan Stok, Baru 500 Ekor Sapi di Palangka Raya Divaksin PMK

News

Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama Idulfitri, Catat Tanggalnya

News

Kronologi Polisi Tembak Polisi hingga Tewas di Rumah Pejabat Polri
Penembakan

News

IPW Dorong Polisi Pidanakan Ferdy Sambo soal Ambil CCTV
bmw giias 2022

News

BMW Hadirkan Dua Kendaraan EV Terbaru di GIIAS 2022, Intip Penampakannya
Marvellous Esports

News

Ramadan, Marvellous Esports Buka Puasa Bersama Anak Yatim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com