Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Kementerian ESDM Dorong Percepatan Transisi Energi Terbarukan untuk Tangani Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang sudah terjadi sekarang ini membuat semua negara harus ikut terlibat dalam usaha penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Dengan melibatkan bantuan internasional, Indonesia sudah berkomitmen untuk menurunkan GRK sampai 41 persen pada tahun 2030.
- Apahabar.com     Jumat, 22 Juli 2022 - 22:07 WITA

Kementerian ESDM Dorong Percepatan Transisi Energi Terbarukan untuk Tangani Perubahan Iklim

Staf Ahli Bidang Perencanaan Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi menyebut transisi energi menjadi solusi menangani perubahan iklim

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral akan mempercepat proses transisi energi dengan berfokus pada tiga hal di antaranya seperti akses energi, teknologi, dan pendanaan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk usaha untuk menangani perubahan iklim.

Staf Ahli Bidang Perencanaan Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi menjelaskan pada bulan Juni lalu sudah terjadi kesepakatan dalam mempercepat transisi energi dengan penyusunan rancangan Draft Bali Common Principles In Accelerating Clean Energy Transitions (COMPACT). Dokumen tersebut berisikan gambaran arah strategis di mana sektor energi dapat mencapai tujuan energi dan penanganan perubahan iklim.

“Rancangan COMPACT tersebut menjadi bagian strategi kami untuk mengintegrasikan ketahanan energi dalam percepatan proses transisi energi yang sekarang lebih mendesak mengingat krisis energi global yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pembukaan dalam forum diskusi G20 Youth Action in Mitigating Climate Change yang disiarkan di Youtube Kementerian ESDM, Jumat (22/7/2022).

Yudi mengatakan perubahan iklim yang sudah terjadi sekarang ini membuat semua negara harus ikut terlibat dalam usaha penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Dengan melibatkan bantuan internasional, Indonesia sudah berkomitmen untuk menurunkan GRK sampai 41 persen pada tahun 2030. Di antara lain dengan melakukan efisiensi energi, konservasi energi, serta menerapkan teknolgi bersih, Kemeneterian ESDM berharap dapat mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Penyusunan road map ini sejalan dengan arah kebijakan energi nasional yaitu menjalankan transisi energi dari energi fosil menuju energi bersih ramah lingkungan utamanya pengembangan energi baru terbarukan atau EBT,” tutupnya. (Thomas)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

FPI Jateng: Petisi Penolakan Izin Tak Akan Pengaruhi Pemerintah
Demo Buruh

Nasional

Media Asing Soroti UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Cegah Wabah Korupsi, Kaltim dan Kaltara Sepakat Dukung Stranas
apahabar.com

Nasional

Pelataran Tawaf Masjidil Haram Dibuka, Ini Dekrit Raja Salman
Presiden Jokowi

Nasional

Pemerintah Cabut Ribuan Izin Usaha Tambang, Kehutanan dan HGU Perkebunan
vapor

Nasional

Baru Menikah, Istri Bos Vapor Pontianak Diduga Juga Korban Sriwijaya Jatuh
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmi Tunda Pilkada Serentak hingga Desember 2020
apahabar.com

Nasional

Ahok Ditarget Sebulan ‘Bongkar’ 142 Anak Usaha Pertamina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com