Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Kian Mendidih, Harga Minyak Dunia Naik 5 Persen Lebih

Harga minyak dunia kian mendidih.Pada Senin (18/7) kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di di US$ 106,27/barel atau melonjak 5,05%
- Apahabar.com     Selasa, 19 Juli 2022 - 09:31 WITA

Kian Mendidih, Harga Minyak Dunia Naik 5 Persen Lebih

Ilustrasi harga minyak mentah dunia. Foto-EPA/Mark

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak dunia kian mendidih.

Pada Senin (18/7) kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di di US$ 106,27/barel atau melonjak 5,05% dibandingkan akhir pekan lalu.

Sementara jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) harganya US$ 102,6/barel. Melesat 5,13%.

Akhir pekan lalu, dua orang pejabat teras The Fed mengungkapkan bahwa tidak perlu mengambil langkah yang terlalu agresif dalam rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal open Market Committee/FOMC) bulan ini.

“Tidak akan banyak bedanya antara 100 bps sekarang dan kemudian (naik) lebih sedikit pada tiga pertemuan berikutnya atau (naik) 75 bps sekarang dan (naik) lebih tinggi pada tiga pertemuan sampai akhir tahun,” ucap Presiden The Fed St Louis, James Bullard sepertti dikutip Cnbc Indonesia dari Reuters.

Sedangkan Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mewanti-wanti jangan sampai bank sentral bertindak terlalu dramatis.

Sebab dampaknya akan merusak berbagai indikator positif yang telah dicapai selama ini.

Komentar dua pejabat itu membuat pelaku pasar mulai yakin bahwa Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega tidak akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps. Mungkin ‘hanya’ 75 bps.

Mengutip CME FedWatch, kans Federal Funds Rate naik 75 bps menjadi 2,25-2,5% adalah 69,1%.

Peluang kenaikan 100 bps kini lebih kecil yakni 30,9%.

Kenaikan suku bunga yang tidak terlampau agresif diharapkan membuat perekonomian Negeri Paman Sam masih punya ruang untuk ‘bernapas’.

Semoga AS pun bisa selamat dari jurang resesi.

AS adalah pasar minyak utama dunia, negara konsumen nomor satu.

Jadi kalau AS tidak resesi, ekonominya bangkit, maka permintaan energi akan meningkat. So, wajar harga minyak terangkat.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

harga emas antam

News

Harga Emas Antam Turun ke Rp984 Ribu per Gram
Dolar Melemah

News

Fed Menaikkan Suku Bunga Acuan, Dolar Terus Melemah di Sesi Asia
pawai obor

News

Pawai Obor Warnai Kampung-Kampung Balikpapan Sambut Ramadan 2022
Pagar Tribun JIS Ambruk

News

Soal Ambruknya Pagar Tribun JIS, Dewan DKI Minta Kualitas Diperiksa Menyeluruh

News

Migor Curah Mulai Didistribusikan di Tabalong, Catat Syarat & Ketentuannya

News

Waduh! Belasan Miliar Dana Investasi Bodong Mengalir ke Klub Liga 1
Bansos

News

Temuan BPK Bansos Salah Sasaran Rp6,93 Triliun, Mensos Serahkan Dokumen Jawaban

News

HUT Bhayangkara ke-76, Puluhan Polisi Tanah Bumbu Naik Pangkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com