Berkedok Guru Spiritual, Pria Batola Cabuli Empat Jemaah, Satu dari Tapin! Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru
agustus

Kisah yang Tumbuh dan Tertimbun di Pasar Tanah Abang

- Apahabar.com     Selasa, 26 Juli 2022 - 09:34 WITA

Kisah yang Tumbuh dan Tertimbun di Pasar Tanah Abang

(Foto: BS. Apahabar doc)

apahabar.com, JAKARTA – Pasar Tanah Abang menyimpan kisah panjang. Tak hanya dikenal sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara, kawasan ini juga tumbuh mengakar dari sejarah dan kisah orang-orang yang dihidupi oleh geliat perniagaan.

Keringat mengucur dari dahi seorang kuli yang membopong karung di punggung, adalah pemandangan yang mengakrabi keseharian mereka yang bergelut di pasar ini. Pedagang sandang mulai ramai memadati trotoar, sampai-sampai membuat akses pejalan kaki pun tersendat.

Kuli Panggul Tanah Abang (Foto: BS. Apahabar doc)

Begitulah umumnya rutinitas di Tanah Abang, pasar tekstil dengan arus perputaran ekonomi yang senantiasa dipenuhi lautan manusia. Pusat perbelanjaan grosir ini terkenal tak pernah sepi pembeli, terlebih saat momen menjelang Idulfitri.

Tanah Abang, yang oleh lidah Betawi disebut Tenabang, sudah eksis sejak tahun 1735. Yustinus Vinck, seorang anggota Dewan Hindia Belanda, adalah sosok yang mendirikan pasar tersebut dengan izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patramini.

Namun, sebelum menjadi pusat perbelanjaan, pasar yang berlokasi di Jakarta Pusat itu dulunya adalah kawasan rimbun nan asri. Pengelolaan lahan ini bermula ketika seorang kapitan asal Cina, Phoa Beng Gam, membuka kebun pada 1648.

Pasar Tanah Abang tempo dulu (Foto: historia.id)

Lahan tersebut disulap menjadi hamparan perkebunan, mulai dari kacang, jahe, melati, nanas, sirih, hingga sayur-mayur. Itulah sebabnya, kawasan Tanah Abang memiliki banyak nama jalan yang diawali kata ‘kebun’.

Hampir seabad setelahnya, barulah Vinck mendirikan Pasar Tanah Abang. Usut punya usut, nama tersebut rupanya sudah ada sebelum pasar itu berdiri. Lebih tepatnya, ketika pasukan Kerajaan Mataram bermarkas, di mana askar-askar pimpinan Sultan Agung itu menyebut tanah berwarna merah di kawasan ini dengan kata ‘abang’.

Pada awal-awal tahun berdirinya, pusat grosir itu tidak serta merta menemukan jalan suksesnya. Perputaran uang justru baru kembali hidup pada abad ke-20, ketika banyak saudagar Cina dan Arab bermukim di Tanah Abang.

Kala itu, kambing menjadi komoditas utama yang diperjualbelikan di pasar ini. Itulah sebabnya, Tanah Abang sempat dijuluki sebagai Pasar Kambing selama kurun waktu 300 tahun eksistensinya.

Pasar Tanah Abang di Era 1980-an (Foto:istimewa)

Seiring berjalannya waktu, Pasar Tanah Abang tumbuh makin pesat. Ribuan pedagang dan pembeli, berduyun-duyun memadati pasar ini. Sampai akhirnya, pemerintah memberikan ‘wajah baru’ untuk Tanah Abang, sebagaimana yang dikenal sekarang.

Bangunan pasar direnovasi sedemikian rupa hingga membuat bangunan pasar nampak lebih mewah. Sejumlah blok pada gedung pasar itu bahkan dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan.

Meski begitu, Pasar Tanah Abang seolah tak pernah lepas dari kritik. Tak sedikit masyarakat memprotes kemacetan di luar gedung yang selalu hadir tiap harinya. Belum lagi, tingkat kriminalitas yang tinggi, cukup membuat masyarakat khawatir akan keselamatan dan kenyamanan diri sendiri.

Hingga saat ini, wajah Pasar Tanah Abang masih terus memoles diri lewat pembenahan berkala hingga penertiban preman yang acapkali mengusik ketertiban. Sebagai sentra perniagaan, di tempat ini pula gerak ekonomi bangsa berdenyut. Bersama harapan dari semua lapisan yang datang untuk mengais rupiah. (Nurisma)

 

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Relax

Lahir di AS, Ini Nama Anak Pertama Nikita Willy dan Indra Priawan
tilang

Relax

Tahukah Anda Siapa Orang Pertama di Dunia yang Kena Tilang Polisi?
Tarawih

Relax

Viral! Video Jamaah Nyanyikan Lagu Kebangsaan Sebelum Salat Tarawih
Gegara Setel Musik Terlalu Keras, Pemuda Ini Dilabrak Tetangga. Foto-Istimewa

Relax

Gegara Setel Musik Terlalu Keras, Pemuda Ini Dilabrak Tetangga
Anya Geraldine mendadak jadi sorotan usai ditunjuk jadi juri ajang Putri Indonesia 2022 yang berlangsung pada Jumat (27/5) kemarin. Foto-Istimewa

Relax

Anya Geraldine Jadi Juri Putri Indonesia 2022, Warganet: Ngapain?

Relax

Tim Penyelamat Datang! Hubungi Nomor Penting Ini saat Genting
Sule Ajak Adzam Nginap di Rumahnya. Foto-Istimewa

Relax

Sule Ajak Adzam Nginap di Rumahnya, Nathalie Holscher: Tidur Dimana Dia?

Relax

Ratu Kosmetik Hadir di Tanah Bumbu, Produknya Lengkap, Harganya Murah!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com