Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Kominfo Ancam Bakal Blokir WhatsApp dan Instagram

- Apahabar.com     Minggu, 17 Juli 2022 - 06:11 WITA

Kominfo Ancam Bakal Blokir WhatsApp dan Instagram

Kominfo mengancam akan memblokir WhatsApp yang sampai sekarang belum melakukan pendaftaran PSE. Foto: Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengancam memblokir perusahaan digital dunia seperti WhatsApp, Instagram maupun Google.

Pemblokiran akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, seandainya perusahan digital itu tidak mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Diketahui pendaftaran PSE bisa dilakukan sampai 20 Juli 2022. Seandainya tak mendaftar sesuai ketentuan, berarti WhatsApp, Instagram maupun Google akan diblokir sejak 21 Juli 2022.

“Dalam aturan pendaftaran PSE Lingkup Privat ini, pemerintah tidak memandang asal perusahaan,” Menteri Kominfo, Johnny G Plate, seperti dilansir CNN, Sabtu (16/7).

“Baik perusahaan dalam negeri ataupun mancanegara, swasta maupun usaha milik negara, diwajibkan untuk mendaftar melakukan pendaftaran PSE paling lambat 20 Juli 2022,” imbuhnya.

Adapun pendaftaran PSE merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Pun proses pendaftaran terbilang mudah, karena dilakukan melalui Online Single Submission (SS), sehingga tidak terdapat alasan hambatan administrasi.

“Pendaftaran ini adalah wujud ketaatan kepada aturan negara, mengingat sektor digital mendapat kesempatan yang begitu luas,” tegas Menkominfo.

“PSE publik seperti PeduliLindungi misalnya, juga perlu melakukan pendaftaran. Kebetulan PeduliLindungi sudah terdaftar sebagai PSE publik,” sambungnya.

Selain PeduliLindungi, beberapa PSE besar yang sudah mendaftarkan diri adalah Gojek, Traveloka, Tokopedia, Ovo, TikTok, Resso, Spotify, Capcut, Helo, Dailymotion, MiChat dan Linktree.

Sementara berdasarkan pantauan apahabar.com di laman daftar PSE Kominfo, Minggu (17/7) pagi, beberapa nama besar belum terdaftar.

Sebut saja Google, Youtube, Meta dan anak perusahaannya (Instagram, Facebook, WhatsApp), Twitter, Netflix, hingga game mobile seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends.

Sementara juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, pendaftaran tersebut juga memudahkan negara mengasawi PSE.

“Andai Indonesia tidak memiliki sistem pendaftaran, seluruh PSE beroperasi tanpa pengawasan, koordinasi, dan pencatatan,” jelas Dedy Permadi.

“Efeknya kalau terjadi pelanggaran hukum di wilayah hukum Indonesia, negara juga akan kesulitan koordinasi dengan PSE,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Menteri

News

Baru Dilantik, Menteri Zulhas Bongkar Biang Harga Bapok Mahal!

News

Indonesia Setop Kirim TKI, Malaysia Mengklaim Bisa Cari Negara Pengganti

News

Lagi Mesra, Biden Tiba-tiba Ancam Arab Saudi
apahabar.com

News

Harga Minyak Tembus Level Tertinggi 13 Pekan Imbas Pasokan Ketat

News

Mudik 2022, Polres Tanah Laut Kerahkan Ribuan Personel
Haji

News

6 Keutamaan Ibadah Haji dan Tata Cara Menunaikannya
NATO

News

Untuk Pertama Kalinya, NATO Kerahkan Pasukan Khusus NRF Guna Pertahankan Ukraina
Beda Agama Semarang

News

Viral ‘Penghulu’ Beda Agama, Pernah Nikahkan Sejoli Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com