Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Kuota Jemaah Haji Indonesia Tahun Depan Dijanjikan Bertambah

- Apahabar.com     Senin, 18 Juli 2022 - 15:33 WITA

Kuota Jemaah Haji Indonesia Tahun Depan Dijanjikan Bertambah

Calon jemaah haji asal Kaltim saat keberangkatan menuju tanah suci melalui Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. Foto-apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, JEDDAH – Kuota jemaah haji Indonesia dijanjikan Arab Saudi bertambah pada musim hujan depan. Janji tersebut disampaikan Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Informasi yang saya dapatkan dari menteri haji saat saya bertemu beliau beberapa hari lalu pascamina. Beliau katakan insya Allah, akan lebih banyak dari tahun ini,” ujar Menag saat jumpa pers usai rapat evaluasi di Kantor Konsulat Jenderal RI untuk Arab Saudi di Jeddah, Arab Saudi, dilansir Irham, Sabtu (16/7).

Sebagaimana diketahui, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 100.051 jemaah pada tahun ini. Jumlah ini berkurang ketimbang musim haji sebelumnya dimana RI mendapatkan kuota 230 ribu jemaah termasuk 10 ribu kuota tambahan.

Menurut Menag, belum ada angka pasti berapa kuota jemaah haji yang akan didapatkan oleh Pemerintah RI. Dia menjelaskan, pihak Arab Saudi yang akan mengumumkan penambahan kuota.

Tak hanya itu, Menag menjelaskan, pihak Arab Saudi mengungkapkan, ada kuota khusus untuk jamaah lanjut usia. Hanya saja, Menag belum bisa menjelaskan lebih detail mengenai kuota khusus tersebut.

“Juga disampaikan pada waktu pertemuan itu, akan ada kuota khusus untuk usia lanjut. Definisinya seperti apa saya belum tahu juga, lebih baik kita tunggu saja,” ujar dia.

Seperti diketahui, Arab Saudi pada musim haji tahun ini membatasi usia hingga 65 tahun. Kebijakan tersebut membuat banyak jemaah haji lanjut usia (lansia) dari Indonesia gagal berangkat ke Tanah Suci.

Catatan Amirul Haj

Menag meminta agar petugas pembimbing ibadah (Bimbad) ditetapkan lebih awal ketimbang petugas yang lain. Menurut dia, masih banyak petugas Bimbad yang bekerja tidak sesuai dengan fungsinya.

Dia menegaskan, jangan sampai jemaah yang sudah berangkat ke Tanah Suci setelah menabung bertahun-tahun tidak dibimbing sesuai kaidah agama.

“Jadi saya minta bimbad ditetapkan lebih awal dan dilibatkan dalam manasik-manasik sejak awal. Agar antara bimbad dan calon jemaah ini sudah nyambung dari awal sejak dari Tanah Air,” ujar dia.

Catatan lainnya, ujar dia, terkait dengan keterlambatan konsumsi jemaah di Makkah. Meski bisa diganti oleh pihak katering, Menag meminta tidak ada keterlambatan kembali yang bisa merugikan jamaah.

Selain itu, Menag menjelaskan, belum ada tester makanan untuk jemaah saat pada fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Menurut dia, tester seharusnya dilakukan di lokasi mengingat dapur katering berada di Armuzna.

“Alhamdulillah tidak ada kasus misalnya ada jemaah keracunan. Tapi kemarin kelewatan harusnya tester dulu karena dapurnya di situ,” ujar dia.

Anggota Amirul Hajj Muhammad Khoirul Muttaqin menjelaskan, mitigasi bencana perlu diperbaiki untuk musim haji tahun depan. Menurut dia, tidak adanya pemetaan yang rinci masih membuat banyak kelompok rentan dengan usia lanjut dan memiliki penyakit komorbid ditempatkan di lantai atas.

“Ini cukup mengkhawatirkan,”jelas dia.

Selain itu, dia mengungkapkan, tidak ada kepastian jika power hydrant di setiap hotel jemaah masih berfungsi atau tidak. Menurut dia, pemondokan jemaah yang masuk dalam kawasan pemukiman membuat risiko kebakaran meningkat.

“Apakah dari kecerobohan penghuni karena puntung rokok atau arus listrik ini patut juga diantisipasi,” jelas dia.

 

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Masuk Islam Mengaku Tanpa Paksaan, Warga Badui Nyatakan Bahagia Jadi Mualaf
suhu udara arab saudi

Religi

Suhu Udara 45 Derajat Celcius di Saudi, Jemaah Haji Diminta Perbanyak Minum
apahabar.com

Religi

Ceramah Maulid di KNPI, Ustadz Khairullah Zain Ungkap ‘Tempaan’ Kepemimpinan Para Nabi
apahabar.com

Religi

Tajamnya Pandangan Guru Seman Mulya; Mengetahui Muridnya yang Datang Mengaji tanpa Izin Suami
apahabar.com

Religi

Dua Bulan Jelang Haul Sekumpul, Dua Penginapan di Martapura Ludes Dipesan
apahabar.com

Religi

Awal Pembangunan Masjid Nabawi
apahabar.com

Religi

Saat Pandemi, Akad Nikah di Amuntai Diizinkan Bersyarat
Kenangan Abah Guru Sekumpul (kanan) saat bersama Presiden Indonesia ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar. Foto-net

Religi

Ketika Abah Guru Sekumpul Bicara Ibu Kota Negara ke Kaltim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com