Aksi Ciamik Pereli Kalsel di Kejurnas Danau Toba Rally 2022, Rifat Sungkar Tercecer IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Liburland Festival di Banjarbaru, Isyana Sarasvati Pikat Ribuan Pengunjung Breaking! Toko Pecah Belah di Palangka Raya Terbakar Aksi Dugaan Perampasan, 3 Polisi Kalsel Berhadapan dengan Propam
agustus

Lemkapi Minta Jangan Berspekulasi Kondisi Luka di Jasad Brigadir J

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Dr Edi Saputra meminta semua pihak termasuk tim pengacara untuk tidak...
- Apahabar.com     Minggu, 24 Juli 2022 - 21:42 WITA

Lemkapi Minta Jangan Berspekulasi Kondisi Luka di Jasad Brigadir J

Tim Inafis Polri melakukan prarekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) baku tembak antaranggota tewaskan Brigadir J di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022). Foto-Antara/Luthfia Miranda Putri

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Dr Edi Saputra meminta semua pihak termasuk tim pengacara untuk tidak berspekulasi tentang kondisi luka jasad Brigadir J.

“Terlalu banyak berspekulasi akan menimbulkan kisruh dan multitafsir di tengah masyarakat. Itu bisa mengganggu penyidikan,” kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (24/7) dilansir Antara.

Dia meminta tim kuasa hukum keluarga Brigadir J untuk menyampaikan keterangan sesuai dengan hukum acara apalagi informasi yang disampaikan bukan berasal dari ahlinya.

“Untuk tindak menimbulkan polemik, sebaiknya jangan berspekulasi atau menduga-duga soal luka-luka, tentang benda ini atau benda itu. Itu nanti cukup ahli saja yang menjelaskan,” kata pengajar di Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Dia mengatakan semua pihak lebih baik menunggu keterangan ahli setelah jasad Brigadir J dilakukan ekshumasi (otopsi ulang) pada Rabu (27/7) akan datang yang melibatkan berbagai dokter forensik dari eksternal Polri dan Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia.

“Kita melihat Polri sangat transparan dan terbuka, termasuk memberikan izin dilakukan otopsi ulang,” katanya.

Edi meminta Polri saat ini fokus pada pembuktian hukum secara ilmiah (scientific crime investigation) agar semua bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Dalam menangani kasus penembakan ini, kata dia, Polri harus bisa mempertanggungjawabkan konsekuensi secara hukum dan secara keilmuan agar penanganannya mendapatkan kepercayaaan dari masyarakat.

“Kami ajak semua pihak mengawal penanganan kasus penembakan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Brigadir J diduga tewas akibat penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Kasus ini menimbulkan polemik di publik sehingga Polri membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini yang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Agung Budi Maryoto.

Polri juga telah menonaktif tiga pejabatnya terkait dengan peristiwa itu, yakni Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Kepala Biro Pengamanan Internal Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Budhi Herdi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Sah, Ketua MK Anwar Usman Menjadi Adik Ipar Jokowi

News

Temuan Ombudsman: Minyak Goreng Langka, Termasuk di Kalsel
Tablig Akbar

News

Kronologi UAS Sempat Ditolak Warga Ceramah di Bogor
Presiden Jokowi

News

Respons Santai Jokowi Soal Menguatnya Isu Reshuffle
Harga Semua Jenis Rokok Naik

News

Siap-Siap Rokok Batangan Bakal Dilarang, Simak Penjelasan BPOM!
Pilpres

News

Dicolek PKS soal Jodoh 2024, Sandiaga Ungkit Pesan Jokowi

News

Sambut Pemilu 2024, KPU Berencana Naikkan Honor KPPS
08118772628

News

SWAP Energi Indonesia Gandeng Baterai ABC Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com