Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

Mati Dalam Perjalanan Menuju Banjarmasin, Satu Ekor Sapi Dibuang Ke Laut

- Apahabar.com     Rabu, 6 Juli 2022 - 17:04 WITA

Mati Dalam Perjalanan Menuju Banjarmasin, Satu Ekor Sapi Dibuang Ke Laut

Petugas Balai Karantina Hewan melakukan penyemprotan disinfektan kepada seluruh sapi yang tiba di Banjarmasin. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Akibat mati dalam perjalanan, seekor sapi yang diangkut Kapal Camara Nusantara 6 tujuan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terpaksa dibuang ke laut.

Camara Nusantara 6 tersebut mengangkut 550 ekor sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Direncanakan sapi tersebut didistribusikan untuk kebutuhan kurban ke Barito Kuala, Banjarmasin, Banjarbaru dan Tanah Laut.

Namun sekitar 2 hari perjalanan, ditemukan seekor sapi yang mati setelah mengalami cedera. Lantas sesuai prosedur, sapi ini dibuang di tengah laut.

“Serkor sapi mengalami patah tanduk dan mati sekitar 2 hari perjalanan,” papar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Mugen Sartoto, ketika meninjau aktivitas di Pelabuhan Trisakti, Rabu (6/7).

Juga terdapat ternak lain yang mengalami kram akibat kelelahan. Selanjutnya oleh dokter hewan yang mendampingi pengiriman, sapi ini dipisahkan agar tak berimpitan dengan sapi lain.

“Di sisi lain, kami harus memastikan prosedur kedatangan sapi berjalan lancar. Mulai dari tata cara kesehatan hewan ternak, hingga pengangkutan yang selalu didampingi oleh dokter hewan,” papar Mugen.

“Seluruh sapi juga harus dipastikan sudah dikarantina dan pemeriksaan kesehatan yang dibuktikan dengan sertifikat, sebelum dimuat ke kapal. Langkah-langkah ini harus dicontoh operator kapal swasta, terkait pengangkutan hewan ternak,” imbuhnya.

Kemudian Balai Karantina Pertanian juga melakukan mekanisme penyemprotan disifektan di kapal, truk dan hewan ternak.

“Setelah melalui semua prosedur itu, kami yakin seluruh hewan kurban dari tempat asal terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” tambah Isrokal, Kasi Karantina Hewan BKP Kelas 1 Banjarmasin.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

sepeda motor

Hot Borneo

Curi Sepeda Motor Scoopy, N (29) Diamankan Polsek Simpang Empat
Dewi Persik Kebobolan

Hot Borneo

Usai Konser di Balikpapan, Koper Dewi Persik Kena Bobol
Kadinkes Kalteng

Hot Borneo

Waswas Cacar Monyet Masuk Kalteng, Faskes Jangan Sampai Kecolongan!

Hot Borneo

Raih Posisi 4 di Forda Kalsel, IOSKI Tanah Bumbu Bersyukur
hujan

Hot Borneo

Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah, Siang-Malam Berpotensi Hujan Petir
Pembunuh Jukir

Hot Borneo

Terpukulnya Istri dari Jukir Tewas Terbunuh di Pasar Baru Banjarmasin

Hot Borneo

Kejar Target 70 Persen Vaksinasi, Polsek Simpang Empat Banjar Cegat Pengendara Setiap Hari
Wong Solo HSS

Hot Borneo

Manajer Restoran di HSS Bantah Tudingan Dewan ke Pemkab Soal Pajak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com