Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Mengancam Tiap Tahun, Berikut Program Penanganan Jangka Panjang Tangkal Banjir di Banjarbaru

- Apahabar.com     Jumat, 15 Juli 2022 - 17:46 WITA

Mengancam Tiap Tahun, Berikut Program Penanganan Jangka Panjang Tangkal Banjir di Banjarbaru

Banjir Banjarbaru. Foto-Tribunnews.com

apahabar.com, BANJARBARU – Beberapa waktu tadi, Kota Banjarbaru kembali tergenang seusai hujan deras dengan intensitas lama. Kejadian tersebut bak menjadi langganan tiap tahunnya.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Subrianto memang hujan deras selalu memicu luapan muncul.

Dijelaskannya, itu karena kondisi sungai termasuk saluran drainase yang ada perlu peningkatan. Hal inilah yang selama ini klaimnya selalu Pemkot upayakan.

Subrianto bilang, pihaknya baru saja membahas kejadian banjir ini secara lintas sektoral. Yang mana untuk bidangnya katanya sudah merancang program penanganan jangka panjang.

“Total setidaknya ada lima titik operasi program ini,” ungkap Subrianto.

Dirincikannya, mulai dari wilayah Sungai Kemuning, Jalan Suratno Guntung Payung Landasan Ulin, Jembatan Lukudat di Guntung Payung Landasan Ulin, Sungai Rimba di Tonhar hingga Sungai Kuranji di Kertak Baru Cempaka.

“Ini sifatnya jangka panjang, bertahap dan harus secara kontinyu,” jelasnya.

Artinya, tak bisa cepat rampung, dan memerlukan waktu hingga dua tahun ke depan untuk terselesaikan semua.

“Ini juga baru dari bidang kita, perlu juga bidang dan instansi lain yang terkait,” katanya.

Dipaparkannya, untuk di Sungai Kemuning akan dibuat kolam tampungan serta sistem pompa. Selain itu, aliran drainase yang arah buangannya ke sungai juga akan dibuat buka tutup untuk meminimalisir debit air yang masuk ke sungai.

Lalu, untuk di Jalan Suratno tepatnya di Komplek Griya Permata Indah IX, pihaknya katanya akan manfaatkan RTH di sana sebagai kolam retensi resapan air, sejenis embung kecil.

“Ini bisa menampung air hujan agar tidak langsung ke pemukiman,” yakinnya.

Kemudian, untuk di wilayah sungai Lukudat, tepatnya di Jembatan Lukudat Lingkar Utara, bidangnya katanya tengah berkoordinasi dengan pihak Pemprov Kalsel untuk merubah konstruksi jembatan yang ada.

Sebab, jembatan itu bukan milik Pemkot melainkan milik Pemprov, sehingga pihaknya saat ini mencoba mengusulkan agar jembatan model box culvert itu diganti dengan jembatan girder. Yang mana dari kajian bidangnya, dapat meminimalisir luapan.

Selanjutnya, di wilayah Sungai Rimba Tonhar, direncanakan untuk pengalihan aliran air yang datang dari landasan pacu ke area lain.

Sebab akunya selama ini, aliran air langsung menuju dan membebani sungai Rimba Tonhar.

“Skemanya akan dialihkan ke sungai Gumpal lewat jalur gorong-gorong yang menyeberang ke depan Rindam. Lalu juga kita akan coba bikin sodetan di area SPBU untuk membagi debit air di kawasan sana,” detilnya.

Terakhir, untuk di Cempaka, pihaknya klaim Subrianto tengah bersiap membangun embung baru lagi.

Prosesnya kini sebutnya sudah di fase pembebasan lahan seluas kurang lebih dua hektar. Lokasinya di area Sungai Gunung Kupang.

“Direncanakan dibuat cekdam atau sejenis bendungan di sungai Gunung Kupang, ini agar debit air yang diterima sungai Kuranji di Kertak Baru tak membludak. Ini kita usulkan di tahun 2023 dan 2024,” bebernya.

Meski demikian, Subrianto tak berani mengklaim semua program itu menjamin banjir bisa lenyap, karena pada dasarnya persoalan banjir tak bisa serta merta bertumpu pada bidang sungai saja. Namun perlu langkah kolektif semua bidang terkait.

“Jadi beberapa hari tadi, sudah ada dibahas ini, dipimpin langsung oleh pak Sekda. Dalam rapat koordinasi itu didapati pemahaman jika perlu penanggulanan di berbagai sektor, tak sekadar di sungai saja,” katanya.

Salah satu yang menjadi program pamungkas Pemkot, kata Subrianto adalah membangun sumur resapan di banyak titik. Utamanya di titik-titik yang rawan atau langganan tergenang.

Sumur resapan itu nantinya kata Subrianto dapat menyaring dan mengurangi beban yang diterima sungai.

“Jadi ketika hujan tak langsung jatuh ke sungai, tapi ke sumur dulu. Titiknya dari di area drainase hingga perumahan,” cetusnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mobil Meledak Samarinda

Hot Borneo

Mobil di Samarinda Tabrak Rumah Lalu Meledak, 1 Keluarga Tewas

Hot Borneo

Dua Motor Adu Banteng di Rantau Badauh Batola, Dua Nyawa Melayang
Fakultas Ushuludin UIN Antasari Banjarmasin

Hot Borneo

Hebat, Fakultas Ushuluddin & Humaniora UIN Antasari Juara Umum Ajang Nasional KINMU 2022
Nobar PWI Kalsel

Hot Borneo

Nobar Barito Putra Vs Borneo FC di PWI Kalsel Bertabur Doorprize

Hot Borneo

‘Bau Amis’ Rasuah Pasar Alabio Dilaporkan ke KPK
Cuaca

Hot Borneo

Kalsel Hujan Lagi Siang Ini, Waspada Peringatan Dini BMKG

Hot Borneo

Kecewa Kinerja Kepala Desa, Puluhan Warga Kolam Kanan Batola Temui Bupati

Hot Borneo

Jelang Mudik Lebaran, Kotabaru Gelar Gebyar 1 Juta Vaksinasi Booster
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com