Aksi Ciamik Pereli Kalsel di Kejurnas Danau Toba Rally 2022, Rifat Sungkar Tercecer IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Liburland Festival di Banjarbaru, Isyana Sarasvati Pikat Ribuan Pengunjung Breaking! Toko Pecah Belah di Palangka Raya Terbakar Aksi Dugaan Perampasan, 3 Polisi Kalsel Berhadapan dengan Propam
agustus

Menparekraf Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 

- Apahabar.com     Minggu, 31 Juli 2022 - 17:23 WITA

Menparekraf Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mendatangi salah satu produk UMKM di Desa Wisata Likupang, Desa Marinsow, Kabupaten Minahasa Utara. Foto: Kemenparekraf

apahabar.com, JAKARTA – Literasi keuangan merupakan pengetahuan atau keterampilan individu dalam mengelola dan memanfaatkan keuangan secara maksimal. Pemahaman literasi keuangan diperlukan agar akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan melalui akses pembiayaan yang mudah, maka pelaku ekonomi kreatif bisa meningkatkan omzetnya serta membuka peluang kerja yang lebih luas. Khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif yang berada di sekitar Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang, Sulawesi Utara.

“Sektor parekraf ini akan semakin berkembang jika akses pembiayaannya semakin tersedia terutama bagi pelaku UMKM,” kata Sandiaga dalam dalam keterangan tertulis pada acara Literasi Keuangan yang digelar di Desa Wisata Likupang, Desa Marinsow, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (30/7/2022).

Sandiaga pun menyampaikan kepada pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) agar perlu memperluas pengetahuan terkait literasi keuangan. Hal tersebut perlu dilakukan agar dapat mengakses pembiayaan sehingga bisa menaikkan skala usahanya.

Selain itu, akses pembiayaan dinilainya mampu untuk mempermudah pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan omzet sebagai wujud kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

“Sebab terbukti memang bahwa sektor UMKM ini adalah tulang punggung perekonomian kita,” ucapnya.

Pada kesempatan serupa, Kepala Divisi Perumusan dan Implementasi Kekda BI Sulut, Fernando Butarbutar menambahkan sektor UMKM menyokong sekitar 67 persen dari pendapatan domestik bruto nasional dan 90 persen pekerja di Indonesia berasal dari sektor UMKM. Sehingga, UMKM perlu didukung dalam hal akses pembiayaan.

“Jadi mendukung UMKM ini adalah suatu keharusan. Kami mengapresiasi Mas Sandiaga Uno telah mau turun ke bawah melakukan pembinaan UMKM ini di Likupang dan Pemda Minahasa Utara dalam dukungannya terhadap pembinaan UMKM, serta teman-teman perbankan yang telah ikut serta dalam pembinaan UMKM ini,” pungkasnya.

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pesawat TNI AU yang Bawa 238 WNI dari Natuna Tiba di Lanud Halim
Erick Thohir

Nasional

Erick Thohir Targetkan BSI masuk 10 Besar Bank Syariah Dunia
apahabar.com

Nasional

2 WNI Positif Terjangkit, Presiden Tegaskan Keseriusan Pemerintah Tangani Wabah Corona
apahabar.com

Nasional

13 Pendemo Anti-Omnibus Law di Bandung Reaktif, Waspada Klaster Baru Covid-19
apahabar.com

Nasional

Serpihan Pesawat Twin Otter yang Hilang Ditemukan di Tebing Pegunungan Papua

Nasional

Hari Ini, 7 Destinasi Wisata di Jakarta Diprediksi Hujan
apahabar.com

Nasional

Wacana Jabatan Presiden 7-8 Tahun Mulai Dapat Dukungan Publik

Nasional

Waspada Bahaya Skema Ponzi di Permainan Capit Boneka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com