Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Menteri Bahlil: Hanya Jokowi yang Berani Setop Ekspor Bahan Mentah

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetop ekspor bahan mentah atau raw material dinilai sebuah langkah berani.
- Apahabar.com     Minggu, 17 Juli 2022 - 16:26 WITA

Menteri Bahlil: Hanya Jokowi yang Berani Setop Ekspor Bahan Mentah

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

apahabar.com, BANJARMASIN – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetop ekspor bahan mentah atau raw material dinilai sebuah langkah berani.

Penyetopan eskpor bahan mentah ini sebagai salah satu upaya nyata dalam mempercepat terealisasinya transformasi ekonomi.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hanya di Pemerintahan Jokowi pelarangan ekspor bahan mentah terjadi. Bahkan sejak masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Menurut dia, sekarang sudah bukan waktunya lagi bagi Indonesia untuk mengekspor bahan baku secara mentah. Untuk itu nikel menjadi komoditas pertama yang dilarang ekspor sebelum diolah.

“Tidaklah berlebihan kalau saya ingin mengatakan bahwa hanya Jokowi yang berani melarang ekspor bahan baku untuk diekspor ke luar negeri. Terkecuali membangun smelter,” ujar Bahli saat menjadi pembicara seminar di Trisakti, Jakarta dilihat dari kanal YouTube Universitas Trisakti, Minggu (17/7).

Bahlil menegaskan langkah berani Jokowi menyetop ekspor bahan mentah telah sesuai dengan visi transformasi ekonomi. Dengan begitu nantinya akan tercipta iklim perekonomian positif yang dapat memajukan bangsa.

“Pak Jokowi dalam visi-misinya salah satu di antaranya transformasi ekonomi,” kata Bahlil.

Lebih jauh dia menyebut transformasi ekonomi yang dicitakan Jokowi akan bermuara pada peningkatan industrialisasi yang mampu menyerap lapangan kerja. Bahkan, lanjut Bahlil mampu menghasilkan sebuah nilai tambah yang akan semakin menguntungkan bagi bangsa ke depan.

Lebih dari itu, industrialisasi lanjut Bahlil akan membuat Penerimaan Pajak Penambah Nilai (PPN) serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi lebih maksimal.

“Transformasi ekonomi itu mengarah kepada industri dan nilai tambah,” sambung Bahlil.

Diketahui sejak 2020 Jokowi berupaya untuk memulai memberhentikan ekspor bahan mentah secara bertahap. Setelah nikel mulai tahun ini Indonesia akan mulai menghentikan ekspor bauksit lanjut kemudian ekspor tembaga.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

gelombang panas

News

Waspada! Dunia Hadapi Pemanasan 1,5 Derajat Celcius hingga 5 Tahun ke Depan

News

Pelat Nomor Putih Sudah Dijual Online, Awas Ditilang Polisi

News

PDIP Kalsel Jadikan Momen Isra Miraj Meningkatkan Nilai Kemasyarakatan
Cuaca Kalsel

News

Cuaca Hari Ini: Pesisir-Hulu Sungai Kalsel Hujan

News

Pengungsi Afghanistan di Kupang Meriahkan Lomba HUT Ke-77 Kemerdekaan RI
Dokter Gigi ULM

News

Pandemi Covid-19, ULM Cetak Ratusan Dokter Gigi

News

Seleksi JPT Pemkot Banjarmasin Rampung, Pilihan Akhir Tergantung Wali Kota

News

Fokus Balangan: Perluasan Pasar hingga Pinjaman Modal UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com