Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Merasa Dipermainkan, PT Bimo Taksoko Gono Laporkan PD Baratala ke Mabes Polri

- Apahabar.com     Sabtu, 2 Juli 2022 - 19:50 WITA

Merasa Dipermainkan, PT Bimo Taksoko Gono Laporkan PD Baratala ke Mabes Polri

Owner PT BTG, Bambang Tri Gunadi, ketika menyampaikan persoalan pekerjaan pertambangan biji besi Pemalongan. Foto: apahabar.com/Ali Chandra

apahabar.com, PELAIHARI – Merasa dizalimi sebagai penggarap awal lahan biji besi di Pemalongan, Tanah Laut, PT Bimo Taksoko Gono (BTG) melayangkan protes kepada PD Baratala Tuntung Pandang.

PT BTG mengklaim sudah menggarap lahan sesuai Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Nomor 313 Menhut.II/2008 tertanggal 15 September 2008.

Belakangan PD Baratala malah merekomendasikan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada perusahaan lain, bukan kepada PT BTG yang telah mengeluarkan banyak investasi.

“Jelas kami sangat keberatan dan dirugikan, sebab SPK yang semestinya diberikan kepada kami, malah ditujukan untuk perusahaan lain,” papar Direktur Utama PT BTG, Bambang Tri Gunadi, Jumat (1/7).

“Saya sudah berinvestasi kurang lebih Rp50 miliar, termasuk urus-mengurus perizinan, sehingga lahan tersebut bisa dikerjakan sampai sekarang,” imbuhnya.

Tidak hanya melancarkan protes, PT BTG pun sudah menempuh langkah hukum dengan cara melapor ke Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, sampai Mabes Polri.

“Kami hanya menuntut keadilan. Mudah-mudahan pihak yang berwajib terus membantu kami untuk menyelesaikan masalah,” harap Bambang.

Sejak tidak lagi beroperasi, PT BTG diklaim mengalami kerugian hingga Rp21 miliar lantaran fee lahan dan alat pengolahan tidak dibayarkan.

Diketahui awalnya PT BTG akan menambang batu bara di awal 2004. Namun kemudian mereka beralih ke biji besi, setelah mendapat penawaran dari PD Baratala.

“Sejak awal 2005, saya sudah membebaskan lahan dan memberikan ganti rugi kepada masyarakat secara berjenjang. Awalnya 40 hektar, kemudian bertambah 13 hektar hingga total 53 hektar,” beber Bambang.

Singkat cerita PT BTG juga memperoleh IPPKH sejak 15 September 2008 dan berlaku hingga 2017, mengingat Kuasa Pertambangan (KP) dipegang PD Baratala.

Ketika izin pinjam pakai habis, PT BTG berupaya melakukan perpanjangan. Pembaruan izin pinjam pakai pun diterbitkan 15 Oktober 2020.

“Seharusnya setelah keluar izin pinjam pakai sesuai dokumen, lahan dikerjakan oleh PT BTG. Anehnya perusahaan lain (PT Nusantara Dwikarya Mandiri) yang bekerja di lahan tersebut,” cetus Bambang.

“Padahal kami sudah mengeluarkan CSR, serta mempekerjakan sekitar 40 orang warga setempat. Kami juga rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lahan seluas 53 hektar itu,” tegasnya.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Plt Dirut Baratala, Agus Sektiyaji, menjelaskan PT BTG melalui Bambang Tri Gunadi pernah berniat untuk tidak menambang lagi.

“Saya bertemu dengan Dirut PT BTG dan menyampaikan keinginan tidak menambang lagi lantaran Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) sudah berakhir. Lantas yang bersangkutan meminta surat kuasa untuk mengurus IPPKH dan sudah kami penuhi,” papar Agus.

“Sedianya PT NDM tidak menambang, karena aktivitas ini dilakukan PD Baratala. Kalau untuk alat, itu urusan BTG dengan NDM,” pungkasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Sekali Tepuk, 2 Budak Sabu Dilibas Satresnarkoba Polres HST
Richard Oh

Hot Borneo

Sutradara Richard Oh Dimakamkan di Kampung Halaman Sang Istri, Lokpaikat-Tapin
Penyakit Mulut dan Kuku

Hot Borneo

Selain Covid-19 Banjarmasin Wanti-wanti Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan!
Kakek Sarijan

Hot Borneo

Duh, Oknum ASN Banjarmasin Diduga Tersandung Narkoba

Hot Borneo

Hati-hati Melintas di Jembatan Barito, Lima Pelat Penghubung Lepas Lagi
Mardani H Maming

Hot Borneo

Dicegah ke Luar Negeri, Mardani H Maming: Kini Giliran Saya Dikriminalisasi!

Hot Borneo

Resmikan Gedung Sekretariat GP Ansor Kalsel, Ini Pesan Yaqut Cholil
Muhammad Hidayat menunjukkan hasil budidaya tanaman cabai tiung.Foto-apahabar.com/Nuha

Hot Borneo

Petani Muda Asal HSS Raup Cuan dari Budidaya Tanaman Hortikultura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com