Berkedok Guru Spiritual, Pria Batola Cabuli Empat Jemaah, Satu dari Tapin! Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru
agustus

Minyak Sawit Dinilai Dapat menjadi Solusi Krisis Pangan dan Energi Dunia

Sebagai sumber energi alternatif, Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa vegetable oil menjadi solusi akan ketergantungan penggunaan minyak fosil.
- Apahabar.com     Kamis, 21 Juli 2022 - 00:09 WITA

Minyak Sawit Dinilai Dapat menjadi Solusi Krisis Pangan dan Energi Dunia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto dalam Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Foto: Youtube Perekonomian RI

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan Indonesia turut andil dalam upaya mengatasi krisis pangan dan energi dunia saat ini.

Hal tersebut disampaikannya tentang dinamika dan tren peluang, serta tantangan dalam pasar minyak sawit dunia pada pertemuan tingkat menteri CPOPC ke-10, di Nusa Dua Bali (19/7).

Pertemuan tingkat menteri Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), membahas dinamika dan tren peluang serta tantangan dalam pasar minyak nabati global, PTM mendukung upaya CPOPC membantu Honduras dalam mengatasi kerusakan perkebunan kelapa sawit akibat badai yang terjadi pada 2020.

“Indonesia dan Malaysia pun bersepakat untuk mendorong penggunaan peningkatan penggunaan biofuel tentu dengan studi dan persiapan yang di lakukan oleh masing-masing negara,” kata Airlangga dalam siaran Youtube Perekonomian RI.

Sebagai sumber energi alternatif, Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa vegetable oil menjadi solusi akan ketergantungan penggunaan minyak fosil.

Kedua menteri menyampaikan dukungannya untuk sepakat melakukan promosi bagi minyak sawit dan perlu di manfaatkan secara baik guna meyakinkan dunia atas manfaat-manfaat yang dapat diperoleh minyak sawit.

“Dan kebetulan dengan situasi saat sekarang, harga dari pada biofuel dan kelapa sawit harganya dekat. Itu salah satu yang mengurangi ketergantungan akan fosil fuel, itu adalah biofuel. Sehingga itu adalah momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap fosil fuel dengan meningkatkan penggunaan biofuel,” pungkasnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

vaksinasi Covid-19

Nasional

Program Vaksinasi Bikin Pede Pemulihan Ekonomi Nasional
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Tunjuk 5 Jubir Baru untuk Vaksin Covid-19, Siapa Saja?
HIPMI Jatim

Nasional

Usai Dilantik, HIPMI Jatim Diajak Perangi Kemiskinan Ekstrem
apahabar.com

Nasional

KPK Pastikan Ratusan Pegawainya Ikuti Tes Usap
apahabar.com

Nasional

Kapolres: Situasi dan Kondisi Puncak Jaya Kondusif
apahabar.com

Nasional

Panduan Cegah Covid-19 di Tempat Kerja dalam Era New Normal
Habib Rizieq Shihab

Nasional

Jelang Kedatangan Habib Rizieq Akses ke Bandara Soetta Macet, Penumpang Pesawat Diangkut Mobil Patroli
apahabar.com

Nasional

Jokowi Serahkan 2.020 Sertifikat Tanah di Jawa Timur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com