Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

Nyanyian Abdul Wahid di Persidangan, Sebut Nama Oknum di Kemenkeu Terima Duit Pelicin

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) nonaktif, Abdul Wahid berkoar di persidangan Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (25/7) sore.
- Apahabar.com     Senin, 25 Juli 2022 - 22:03 WITA

Nyanyian Abdul Wahid di Persidangan, Sebut Nama Oknum di Kemenkeu Terima Duit Pelicin

Sidang Abdul Wahid. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) nonaktif, Abdul Wahid berkoar di persidangan Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (25/7) sore.

Secara blak-blakan, Abdul Wahid menyinggung soal duit Rp3 miliar lebih yang ditemukan penyidik KPK di rumahnya saat penggeledahan.

“Duit itu disiapkan untuk pusat, kalau dana turun,” ujar Wahid saat dirinya diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (25/7) sore.

Dari nyanyian Wahid, dana yang dimaksud adalah anggaran pemerintah pusat yang rencananya dikucurkan melalui Kementerian Keuangan di 2021.

Hasil dari kesepakatan dengan oknum dari Kementerian Keuangan bernama Lilis bahwa Pemkab HSU rencananya mendapat kucuran dana Rp100 miliar.

“Kalau Rp100 miliar turun, permintaan pusat 6 – 8 persen harus dipenuhi. Kalau nggak gitu kita nggak dapat,” bebernya.

Dijelaskannya bahwa soal fee 6-8 persen sebagai pelicin dana pusat itu juga sudah diketahui pejabat di Dinas PUPRP HSU.

Bahkan, kata Wahid bahwa pemberian duit pelicin untuk pusat itu sudah terjadi sejak 2019.

“Maliki, Marwoto dan Abraham Radi sudah tahu itu. Saya pernah kumpulan mereka untuk membicarakan ini,” kata Wahid.

Lantas Wahid mengaku hanya mengetahui soal fee 6-8 persen untuk pusat tersebut. Sedang komitmen fee 13-5 persen dia mengaku tak tahu menahu.

Mendengarkan nyanyian Wahid tersebut, Jaksa Penuntut Umum KPK, Fahmi Ariyoga kemudian menanyakan soal bukti adanya penyerahan duit pelicin ke Kementerian Keuangan tersebut.

“Nggak ada kalau bukti di atas kertas,” jawab Wahid.

Selain itu, Bupati HSU dua periode itu mati-matian membantah soal duit suap jabatan Maliki sebagai Plt Kadis PUPRP HSU senilai Rp500 juta.

Termasuk duit Rp10 juta untuk pemindahan jabatan untuk istri Maliki.

Lantas Fahmi membeberkan bahwa saat penggeledahan, penyidik KPK menemukan amplop bertulis nama Rohana, istri Maliki.

Amplop itu diduga rencananya ditujukan ke Badan Kepegawaian Daerah. Namun Wahid tetap bersikukuh mengaku tak tahu menahu soal amplop tersebut.

“Saya nggak pernah terima duit Rp10 juta. Nama Rohana itu saya catat supaya ingat namanya,” bantah Wahid.

Wahid diperiksa sebagai terdakwa di sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor PN Banjarmasin tadi siang.

Selain memeriksa Wahid, JPU KPK juga menghadirkan ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Ardhian Dwiyoenanto.

Adapun sidang selanjutnya yang digelar pada Senin (1/8) pekan depan rencananya digandakan pembacaan tuntutan dari JPU KPK.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kapolres Kotabaru

Hot Borneo

Tegas! Pedagang Kotabaru Dilarang Menjual Jenis Mainan Membahayakan

Hot Borneo

Pencarian Anak Tenggelam di Tabalong Terkendala Arus Deras

Hot Borneo

Buru Pelaku Pembunuhan di Pangelak Tabalong, Polisi Temukan Benda Mengejutkan
IKN Nusantara

Hot Borneo

Putra SoftBank Mundur Sebagai Investor IKN Nusantara
Penyekatan Kapuas

Hot Borneo

Jelang Iduladha, Kapuas Perketat Mobilisasi Angkutan Hewan Ternak
ASN

Hot Borneo

Masih Mudik, Sejumlah ASN Pemprov Kalsel Kerja dari Rumah
PKT

Hot Borneo

Inovatif! PKT Sulap 650 Kg Limbah Plastik Jadi Bahan Aspal Jalan
Arisan bodong Banjarmasin

Hot Borneo

Arisan Tipu-Tipu Istri Polisi di Banjarmasin, Nasib Briptu MS di Ujung Tanduk
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com