Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar 
agustus

Optimistis Go Internasional, Apkasi Otonomi Expo Beri Peluang UMKM Kabupaten Bogor

Produk rajut buatannya dijual mulai dari harga Rp50.000 sampai jutaan rupiah. Perbedaan harga tersebut sesuai dengan tingkatan kesulitan dan waktu pengerjaan pernak pernik rajutannya.
- Apahabar.com     Kamis, 21 Juli 2022 - 23:32 WITA

Optimistis Go Internasional, Apkasi Otonomi Expo Beri Peluang UMKM Kabupaten Bogor

Martini memamerkan produk kerajinan rajut tangan yang diproduksi Moren’s by Nenny HC. Foto: Resti Wulandari - Apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) melaksanakan pameran potensi daerah bertajuk Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022 yang digelar selama tiga hari, sejak 20 hingga 22 Juli 2022 di Jakarta Convention Center Senayan.

Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Bogor turut serta berpartisipasi dalam gelaran pameran ini dengan membawa beragam produk UMKM lokal, salah satunya Moren’s by Nenny HC yang menghasilkan kerajinan tangan rajut seperti tas rajut, tempat tisu rajut, dan banyak lainnya.

“Kita sebagai UMKM yang produksi sendiri ingin lebih mengembangkan kreasi supaya tidak hanya di dalam kota Bogor atau di Jakarta. Tapi kita punya keinginan untuk expo, supaya lebih terkenal ke luar. Tidak hanya di daerah atau kota tapi juga keluar negeri,” katanya saat ditemui apahabar di stannya, Kamis (21/7).

Pemilik sekaligus perajin Nenny Collection, telah memenangkan penghargaan kategori 10 UMKM Terbaik & Terpilih Kabupaten Bogor. Pemilik nama asli Martini ini berharap dengan mengikuti kegiatan Apkasi Otonomi Expo, akan membuat publik semakin mengenali produk kerajinan tangannya. Termasuk mempromosikan produk karya kerajinan lokal dari Kabupaten Bogor.

Produk rajut buatannya dijual mulai dari harga Rp50.000 sampai jutaan rupiah. Perbedaan harga tersebut sesuai dengan tingkatan kesulitan dan waktu pengerjaan pernak pernik rajutannya.

“Kita pengin expo gimana caranya ke luar negeri. Supaya lebih booming lagi tidak hanya di kota Bogor atau sekitar saja, tapi juga internasional,” pungkasnya.

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tarif Listrik Nonsubsidi

News

Jangan Kaget! Tarif Listrik Orang Kaya Akan Naik
Agresi

News

Kerahkan Pasukan Cadangan, Ukraina Siaga Sambut Agresi Rusia
Migor

News

Jelang Idulfitri, Warga Pulau Laut Sumringah Terima Bantuan Minyak Goreng

News

Bahlil Lahadalia Cabut 2.078 Izin Usaha Pertambangan, Ini Sebaran Wilayah dan Komoditasnya  
Tabalong

News

Kagumnya Bupati Tabalong Lihat Inovasi Sayur-Mayur Bhayangkari
Stunting

News

Kaya Hasil Laut, Kotabaru Diharapkan Bebas Kasus Stunting

News

Kemenkop UKM Apresiasi Indonesia Angkat Isu Akselerasi Adaptasi UMKM di Era Digital pada Forum G20

News

Viral Bungkus Hot Wheels Bergambar Anies Baswedan, Penyelenggara Buka Suara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com