Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Pajak Terus Mengalami Kenaikan, Pemerintah Sebut untuk Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi

- Apahabar.com     Selasa, 26 Juli 2022 - 14:10 WITA

Pajak Terus Mengalami Kenaikan, Pemerintah Sebut untuk Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal. Foto: Screenshot Youtube FMB9ID_IKP

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan pajak di Indonesia sebagai bentuk reformasi struktural dengan menaikkan pajak di Indonesia. Hal itu dilakukan alam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan negara akibat pandemi Covid-19 yang masih berlanjut.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal menyampaikan tax ratio Indonesia masih challenging, di mana terdapat kenaikan pada 2021. Sedangkan pada 2022 memperlihatkan kenaikan yang signifikan.

“Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun demikian di sisi lain juga tentu tetap memperhatikan penerimaan yang berkelanjutan untuk menjawab pertanyaan apa yang sudah kita lakukan menjadi kata kunci bahwa perubahan menjadi satu hal yang tidak terhindarkan dan kita melakukan berbagai macam perubahan sejak tahun 1983 ketika sistem perpajakan diubah,” katanya.

Hal tersebut diungkapkan Yon Arsal dalam Forum Merdeka Barat 9 dengan topik Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global yang disiarkan dalam Youtube FMB9ID_IKP, Senin (25/7/2022).

Yon Arsal mengatakan saat ini Indonesia sudah melalui tahapan lanjutan dari periode 2018, 2019, dan 2024, terus melakukan reformasi. Dalam kurun waktu tersebut pihaknya menyebut telah melakukan perbaikan sistem pengelolaan SDM, organisasi, data dan proses bisnis.

Indonesia mengalami kenaikan wajib pajak, pada awal perkembangan reformasi dari sisi jumlah wajib pajak terdaftar pada tahun 1983. Saat pertama kali dicanangkan, jumlah wajib pajak terdaftar masih sekitar 163.000 orang. Saat ini jumlahnya mengalami kenaikan berada di kisaran 45 juta orang wajib pajak per tahun 2021.

Adapun kontribusi penerimaan yang tadinya hanya Rp2,89 triliun atau sekitar 22 persen dari total penerimaan pada tahun 1983. Dalam beberapa tahun belakangan penerimaan pajak berkontribusi sebesar 70 persen.

“Penerimaan pajak sudah sudah berkontribusi 70 persen  dan total pendapatan negara yaitu mengumpulkan di tahun 2019 sebesar Rp1.332 triliun yang kalau kita lihat ini memang ditambah penerimaan dari bea dan cukai kepabeanan total penerimaan dari perpajakan berkontribusi 85 persen dari total pendapatan negara,” pungkasnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bank

News

Lampu Kuning Teller & CS, Bank Bakal PHK Besar-besaran?

News

Bantu Pasien Kanker Anak, YKI Banjarmasin Bikin Hotline dan Berbagi Kasih
HSU AMuntai

News

Demi Polsek, Kades di Amuntai Rela Hibah Tanah
Sindikat Gelap Narkoba HSS

News

Bongkar Sindikat Gelap Narkoba, Kurir dan Pengedar Diringkus Polisi HSS
Mudik

News

Puncak Mudik di Kaltim, Pelabuhan Kariangau-Berau Jadi Atensi 
Tesla

News

Penuhi Kebutuhan Baterai Kendaraan Listrik, Tesla Beli Nikel Indonesia Rp74 Triliun
Daftar upah bos perusahaan batu bara di Indonesia

News

Harga Batu Bara Dalam Negeri RI Segera Dilepas Lagi ke Pasar!
Polsek Tanjung

News

Antar Barang Pesanan, Warga Karangan Putih Tabalong Disergap Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com