Gerak Cepat Polres Batola Bongkar Komplotan Garong Lintas Daerah Kemenhub Intensifkan Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan
agustus

PBNU Minta Menag Bahas Ulang Izin Ponpes ‘Mas Bechi’ dengan Majelis Masyayikh

- Apahabar.com     Jumat, 8 Juli 2022 - 09:42 WITA

PBNU Minta Menag Bahas Ulang Izin Ponpes ‘Mas Bechi’ dengan Majelis Masyayikh

Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – PBNU meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendiskusikan lagi perihal pencabutan izin Ponpes Shiddiqiyyah, Jombang, imbas kasus dugaan pencabulan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi.

PBNU menilai 9 kiai Majelis Masyayikh patut dilibatkan dalam menyelesaikan persoalan izin Ponpes milik ayah Mas Bechi itu.

“Saya belum paham apa alasannya Kemenag mencabut izin operasional, apakah itu pembekuan atau permanen. Saya kira perlu diselesaikan di Majelis Masyayikh yang telah diangkat oleh Menag untuk menilai, apakah memang sudah perlu pencabutan tersebut sesuai dengan bobot kesalahannya,” kata Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, dilansir di CNNIndonesia, Kamis (7/7/2022).

Menurut Gus Fahrur, harus diperhatikan nasib ribuan santri dan santriwati yang tidak mengerti dan tidak tersangkut dengan kasus Mas Bechi. Sebab, menurut Gus Fahrur pencabutan izin Ponpes Shiddiqiyyah menyangkut kepentingan umat.

“Sesuai UU Pesantren sudah ada 9 orang kiai yang diangkat oleh Menag disebut ‘Majelis Masyayikh’ yang mempunyai tugas,” ujar Gus Fahrur.

Tugas Majelis Masyayikh menurut penjelas Gus Fahrur, sebagai berikut:

– Menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pesantren.
– Memberi pendapat kepada Dewan Masyayikh dalam menentukan kurikulum pesantren.
– Merumuskan kriteria mutu lembaga dan lulusan pesantren.
– Merumuskan kompetensi dan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan pesantren.
– Melakukan penilaian dan evaluasi serta pemenuhan mutu.
– Memeriksa keabsahan setiap syahadah atau ijazah santri yang dikeluarkan pesantren.

Terkait pencabutan izin Ponpes Shiddiqiyyah, Gus Fahrur menilai Menag Gus Yaqut perlu mengajak bicara 9 kiai. Hal ini berkaca kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan lainnya.

“Saya kira mereka (9 kiai Majelis Masyayikh) patut diajak bicara. Selama ini juga sudah ada kasus pelecehan seksual di kampus atau lembaga lainnya, namun tidak sampai dicabut izinnya,” imbuhnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Esports

News

Forda Esports Kalsel 2022 Digelar Besok 

News

Temuan Puing Pesawat di Blora, Diduga T501 Golden Eagle 
Senam Sicita hybrid Masuk MURI

News

Di Kalsel, Ribuan Peserta Ikut Senam Sicita Pecahkan Rekor MURI
Polres OKU Timur

News

Polisi Tewas Tertembak Saat Buru Buronan Curat

News

Enam Gunung Api Setinggi Semeru Ditemukan di Dasar Laut Banda
Kemenpan-RB

News

Polres Kotabaru Raih Penghargaan Terkait Pelayanan Publik dari Kemenpan RB RI

News

Bukan Salaman Biasa, Viral Aksi Dugaan Pungli Polantas di Gerbang Tol Diselidiki
Selingkuh

News

Sosok Oknum Polisi Main Serong di Mata Kapolres Tala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com