Aksi Ciamik Pereli Kalsel di Kejurnas Danau Toba Rally 2022, Rifat Sungkar Tercecer IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Liburland Festival di Banjarbaru, Isyana Sarasvati Pikat Ribuan Pengunjung Breaking! Toko Pecah Belah di Palangka Raya Terbakar Aksi Dugaan Perampasan, 3 Polisi Kalsel Berhadapan dengan Propam
agustus

Pemerintah Ajak Masyarakat Waspadai Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kata Reisa, per 13 Juli 2022 situasi Indonesia masuk ke dalam level dua. Pada level tersebut menjelaskan transmisi komunitas kasus di Indonesia berada di angka rasio 6,70 kasus per 100.000 penduduk per minggu.
- Apahabar.com     Jumat, 15 Juli 2022 - 21:24 WITA

Pemerintah Ajak Masyarakat Waspadai Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro menyampaikan keterangan pers tentang update kondisi Covid-19 di Indonesia. Foto: Apahabar.com

Apahabar.com, JAKARTA – Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan beberapa Minggu ini. Hal ini tidak lepas dari berkembangnya subvarian jenis BA.4 dan BA.5. Diketahui hingga tanggal 12 Juli 2022, terdapat tiga provinsi di Indonesia yang menyumbang varian BA.4 dan BA.5 terbanyak di antaranya Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro memaparkan bahwa setelah melalui pemeriksaan Whole Genom Sequencing  (WGS) ditemukan sejumlah kasus varian BA.4 Jakarta menyumbang 146 kasus, Jawa Timur 17 kasus, dan Bali 17 kasus.

Sedangkan untuk BA.5 Jakarta menyumbang 1.829 kasus, Jawa Timur 166 kasus, dan Bali 77 kasus. Provinsi lain yang juga menyumbang subvarian BA.4 dan BA.5 seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Selatan.

“Subvarian baru ini yang menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara di dunia sejauh ini menyebabkan gejala yang cukup ringan,” ujar Reisa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/7/2022).

Dia juga mengungkapkan hingga per 13 Juli 2022 jumlah ketersediaan tempat tidur berada di angka 3,22 persen. Meski angka ketersediaan tempat tidur masih rendah, angka ini disebutnya mengalami kenaikan jika dibandingkan Juni yakni sebesar 2,03 persen.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kata Reisa, per 13 Juli 2022 situasi Indonesia masuk ke dalam level dua. Pada level tersebut menjelaskan transmisi komunitas kasus di Indonesia berada di angka rasio 6,70 kasus per 100.000 penduduk per minggu.

Reisa menambahkan Kementerian Kesehatan memperkirakan puncak kenaikan kasus akan terjadi di bulan Juli di minggu ketiga dan keempat. Adapun, jumlah kenaikan kasus diperkirakan mencapai 20.000 kasus per harinya.

Karena itu, pemerintah kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga diri dengan melakukan beberapa cara seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak yang semuanya harus dijalankan secara disiplin.

“Kita pernah berhasil menekan jumlah kasus sebelum muncul subvarian baru ini. Ingat, apapun variannya, pencegahannya tetap sama. Oleh karena itu, mari ingat kembali cara kita menjaga diri agar tidak terinfeksi,” pungkasnya. (Thomas)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PNS Cerai

Nasional

PNS Cerai, Gaji Suami Akan Dipotong Separuh untuk Mantan Istri
Banjir Kalsel

Nasional

LIPI Buka Suara Soal ‘Bola Liar’ Musabab Banjir Kalsel
apahabar.com

Nasional

Kasus Suap Romi, KPK Periksa Tokoh PPP Jawa Timur Kiai Asep Saifuddin Chalim

Nasional

BLT Gaji Kemnaker Bakal Cair Besok

Nasional

Polisi Dalami Kemungkinan Sabotase Kebakaran Tangki Pertamina
Sangihe Sulut

Nasional

Sangihe Sulut Diguncang Gempa M 6,1, Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Kemenkue Kaji Kenaikan Cukai Rokok 2021
apahabar.com

Nasional

Mahasiswa ULM Banjarmasin Gaet Best of The Best IndonesiaNEXT 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com