Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Pemotongan Bersyarat Terbukti Mampu Menekan Kasus PMK

- Apahabar.com     Rabu, 27 Juli 2022 - 00:12 WITA

Pemotongan Bersyarat Terbukti Mampu Menekan Kasus PMK

Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK Wiku Adisasmito.

apahabar.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyebutkan berdasarkan data yang telah dihimpun per tanggal 26 Juli 2022 jumlah provinsi tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak bertambah selama seminggu terakhir dan berhasil mempertahankan 15 provinsi agar tetap berada dalam hijau.

Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK Wiku Adisasmito mengatakan daerah yang sejak awal telah menggencarkan pemotongan bersyarat ditemukan dapat menekan kasus PMK. Hal tersebut berbanding terbalik dengan daerah yang tidak menerapkan metode pemotongan bersyarat diawal merebaknya kasus penyebaran virus PMK.

“Pemotongan bersyarat menjadi salah satu upaya terbaik dan berdasarkan data yang dapat diamati di provinsi Bali dan Kalimantan Tengah. Keduanya memiliki persentase ternak dipotong bersyarat yang cukup tinggi dibandingkan dengan jumlah hewan yang sakit yaitu 99,46% terhadap 551 kasus dan 46,98% terhadap 645 kasus,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan di Youtube BNPB, Selasa (26/7/2022).

Jubir Penanganan PMK itu menghimbau agar metode hewan dipotong bersyarat dapat dicontoh oleh daerah-daerah lain dalam konteks pengendalian wabah PMK.

Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan bantuan agar dapat meringankan beban para peternak yang terdampak PMK. Hal tersebut tertera dalam SK Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor 08045/KPTS/PK.300/F/No.7/2022.

“Peternak yang hewannya dipotong bersyarat akan mendapatkan bantuan dengan besaran masing-masing untuk sapi atau kerbau sebesar Rp10 juta, kambing atau domba sebesar Rp1,5 juta rupiah dan babi sebesar Rp2 juta,” pungkasnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut Bom Sibolga Tak Terkait Pilpres
apahabar.com

Nasional

Dokumen Tak Lengkap, 8 Mobil Mewah Disita Polisi
Muhammadiyah

Nasional

Surati Presiden, Muhammadiyah Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat
apahabar.com

Nasional

Malaysia Rilis Indeks Pencemaran Udara
Lukisan

Nasional

Tekuni Hobi Lawas Selama PPKM, Lukisan SBY Tuai Pujian Warganet: Bikin Merinding!
Presiden Joko Widodo

Nasional

Jelang Muktamar NU, Jokowi Diyakini Netral Tanpa Diminta
apahabar.com

Nasional

Kementan Siapkan Program Nasional Langkah Antisipasi Dampak La Lina

Nasional

Politikus Dorong Subsidi PCR, Pakar Minta Gratis untuk Semua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com