Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022
agustus

Penangan Pasien Gangguan Jiwa Bebani Pemprov Kalsel, Pemkab Diminta Siapkan Rumah Singgah

- Apahabar.com     Selasa, 26 Juli 2022 - 23:47 WITA

Penangan Pasien Gangguan Jiwa Bebani Pemprov Kalsel, Pemkab Diminta Siapkan Rumah Singgah

Forum konsultasi publik di RSJ Sambang Lihum. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Direktur RSJ Sambang Lihum, Anna Martiana mengatakan penanganan pasien gangguan jiwa di Sambang Lihum dianggap sudah terlalu membebani dana daerah.

“Sekarang ini ada 50 orang berada diruang transit. Ruangan untuk pasien sembuh yang sudah bisa pulang dan kembali ke masyarakat,” kata Anna Martiana usai kegiatan forum konsultasi publik di RSJ Sambang Lihum, Selasa (26/7)

Sementara BPJS dan jaminan pengobatan dari Kemenkes kata Anna hanya hingga pasien dinyatakan sembuh oleh dokter, sisanya itu rumah sakit yang tanggung.

“Pasien yang ada di sini, ada yang tidak punya keluarga, ada yang keluarganya tidak mau menerima lagi, ada juga yang memang keluarga tidak mampu, pengobatan biasanya melalui BPJS, atau kami usahakan dapat diganti oleh Kemenkes, jika tidak terpaksa dari anggaran RSJ, tapi untuk konsumsi pasien dan penanganan rehabilitasi setelah sembuh harus dari kami,” jelasnya.

Akibatnya beberapa rencana rehabilitasi bangunan dan sarana lain di RSJ terpaksa ditunda dikerjakan dengan prioritas untuk kebutuhan sehari-hari pasien.

Anna meminta agar pemerintah kabupaten bisa menyiapkan rumah singgah atau melakukan pengganggaran untuk penanganan ODGJ yang sudah dirujuk ke RSJ Sambang Lihum.

“Bukan setelah di antar ke RSJ, lepas tanggung jawab begitu saja,” katanya.

Saat ini, kata Anna, daerah yang sudah melakukan kerjasama dengan penganggaran untuk penanganan ODGJ masih dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Tanahbumbu sementara daerah lainnya belum.

“Kami berharap ada sinergitas antara kabupaten dengan kami di RSJ dan Pemprov Kalsel sehingga anggaran pemeliharaan pasien tak selalu dibebankan ke Pemprov Kalsel,” tambahnya.

Satu orang pasien gangguan jiwa yang sudah sembuh ujar Anna dalam sehari bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp100 ribu untuk makan dan lain-lain. Angka tersebut dikalikan dengan jumlah pasien yang sembuh yang belum dijemput ke daerah asalnya ada 50 orang.

Mengurangi besarnya biaya pemeliharaan pasien yang sudah sembuh, pihaknya memberikan pelatihan kerajinan tangan dan keterampilan usaha bagi pasien yang sudah sembuh. Dengan itu pasien bisa mendapatkan uang dari usahanya sendiri.

“Barang hasil karya mereka biasanya kami pamerkan dan dijual di berbagai acara di kawasan RSJ Sambang Lihum,” tambah Anna.

Salah satu pasien yang sudah sembuh (S) asal Hulu Sungai Tengah mengatakan sudah bertahun-tahun tinggal di RSJ Sambang Lihum. Ia sendiri masih memiliki keluarga, namun keluarganya tak lagi menerimanya.

“Saya ingin bisa kembali ke masyarakat, berwirausaha sendiri berjualan hasil kerajinan,” ujar S yang kini jadi perajin gelang plastik.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

FASI XI

Hot Borneo

FASI Nasional Palembang Dibuka, Kafilah Kalsel Diminta Pertahankan Juara Umum
Pemerkosaan Polisi

Hot Borneo

Jelang Sidang, Korban Pemerkosaan Polisi di Banjarmasin Gandeng LPSK
Rhoma Irama

Hot Borneo

Kantongi Nama, Polisi Panggil Pembuat Video Hoaks Rhoma Irama Hilang Sandal di Sabilal Mutahdin
Jemaah Haji Kalsel

Hot Borneo

Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Batal Tiba Hari Ini

Hot Borneo

Kata Pengamat Soal Surat Mendagri dan Dampak Pemindahan Ibu Kota Bagi Banjarmasin
KM Ladang Pertiwi

Hot Borneo

Pilu Tragedi KM Ladang Pertiwi: Lansia Hilang Tenggelam bersama Kapal

Hot Borneo

Luluhlantak Diamuk Api, Kronologi Kebakaran Dekat Pasar Cempaka Banjarbaru Diungkap Polisi

Hot Borneo

Sempat Tulis Pesan, Warga Alalak Batola Diduga Akhiri Hidup Terjun ke Sungai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com