Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Pengusaha Truk Bilang Begini Biar Rem Blong Tidak Terulang Kembali

Kyatmaja Lookman memberikan pendapatnya terkait kecelakaan truk karena disinyalir rem blong yang menelan korban jiwa 10 orang tersebut.
- Apahabar.com     Rabu, 27 Juli 2022 - 23:52 WITA

Pengusaha Truk Bilang Begini Biar Rem Blong Tidak Terulang Kembali

TKP kecelakaan truk Pertamina di jalan Transyogi, Cibubur. Foto: Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Masih segar dalam ingatan peristiwa kecelakaan maut truk tangki Pertamina yang terjadi di daerah Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada hari Senin (18/7) lalu.

Kecelakaan yang disinyalir karena rem blong pada truk tersebut mengundang banyak pendapat dari pakar keselamatan, tokoh masyarakat, bahkan para pengusaha truk.

Seperti diungkapkan oleh Kyatmaja Lookman, pengusaha truk angkutan yang menjabat Ketua Umum Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo).

Pria yang biasa dipanggil Kyatmaja itu menyuarakan pendapatnya terkait kecelakaan yang menelan korban jiwa sebanyak 10 orang tersebut.

“Banyak faktor yang berkontribusi ke kejadian beberapa waktu lalu itu. Pertama, masalah jalannya, posisi lampu merah yang berada pada turunan. Kedua, dalam berkendara ada beberapa faktor kendaraan, sistem manajemennya dan pengemudinya,” ujar Kyatmaja saat dihubungi apahabar.com, Rabu (27/7).

Untuk itu, ia yang juga menjadi bagian dalam keselamatan jalan pun terus mengingatkan, bahwa kendaraan harus selalu melakukan uji berkala setahun dua kali.

Ini dilakukan agar kendaraan tersebut layak untuk digunakan atau beroperasi. Menurutnya manajemen perusahaan lah yang harus menjalankan sistem keselamatan berkendara.

“Perusahaan dapat melaksanakan sistem manajemen keselamatan yang berada di Permenhub 85 tahun 2018 tentang sistem manajemen keselamatan,” katanya

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) ini menyebut, isi dari Peraturan Menteri itu dinilai cukup bagus.

“Ini (Permenhub) bisa diikuti agar perusahaan tersebut memiliki sistem manajemen perusahaan yang lebih mengutamakan keselamatan,” tandasnya.

Faktor utama dalam keselamatan berkendara lainnya adalah pengemudinya, di mana mereka perlu ditingkatkan kompetensinya, karena SIM hanya merupakan bagian standar minimalnya.

“Kalau semua atau salah satu sudah dilakukan, ya bagus. Tetapi untuk (faktor) yang kurang, harus lebih diperhatikan lagi,” tutupnya.

(Adit)

Editor: Denny Firmansyah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pesawat Pengintai Australia

News

Pesawat Pengintai Australia Dicegat Jet Tempur China di Ruang Udara Internasional

News

Bahlil Lahadalia Tepis Anggapan Tahun Depan Prospek Ekonomi Akan Suram

News

Penembakan di Pilpres Filipina, 6 Tewas
KTP digital

News

KTP Digital Segera Berlaku di Banjarmasin, Kartu Fisik Dihapus?
cacar monyet

News

31 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Spanyol, WHO Sebut Tak Berpotensi Pandemi

News

Dua Tahun Corona di Banjarmasin, Pasien Ulin-01 Temukan Banyak Perbedaan
Migor

News

Harga Minyak Goreng Berangsur Turun! Kebijakan Jokowi Berhasil?
Gubernur Khofifah

News

Hmmm… Gubernur Khofifah Kupaskan Nanas PK-1 untuk Prabowo Subianto
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com