Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Penjelasan KUA PPAS Kalsel 2023, Belanja Sentuh Rp6 Triliun

- Apahabar.com     Jumat, 8 Juli 2022 - 19:00 WITA

Penjelasan KUA PPAS Kalsel 2023, Belanja Sentuh Rp6 Triliun

Wagub Kalsel, Muhidin. apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalsel H Muhdidn menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA ) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2023 pada Rapat Paripurna di DPRD Kalsel, Kamis (7/7).

“Melalui penyusunan rancangan KUA PPAS, kita ingin mencapai kesepakatan bersama antara Pemrov Kalsel dan DPRD Kalsel atas kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasari dalam pencapaian target perencanaan. Kesepakatan ini menjadi pedoman dalam melaksanakan proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2023,” katanya.

Rapat Paripurana Penyampaikan Rancangan KUA-PPAS Pemprov Kalsel Tahun Angggaran 2023 dipimpin Ketua DPRD Kalsel H Supian H, dihadiri Wakil Ketua DPRD Kalsel Hj Mariana dan Anggota DPRD Kalsel dan undangan. Wakil Gubernur H Muhidin hadir mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin.

Penyusunan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA ) dan rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) berpedoman pada dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023, sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Di tahun 2023, lanjut dia, tema pembangunan Kalimantan Selatan adalah “Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Untuk Meningkatkan Perekonomian Berkelanjutan”.

Tema ini berangkat dari isu-isu strategis pembangunan, antara lain meningkatkan SDM yang unggul dan berdaya saing, optimalisasi sektor industri, UMKM, pertanian dan pariwisata, memperkuat infrastruktur, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang fokus pada pelayanan publik, meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup, serta mewujudkan kalsel sebagai gerbang ikn dan pendukung food estate.

Adapun fokus pembangunan Provinsi Kalsel tahun 2023, lanjut Muhidin, diarahkan untuk kesehatan, pendidikan dan keterampilan. kemudian UMKM dan ketenagakerjaan, investasi hilirisasi industri, pertanian dan pariwisata, serta meminimalisir bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan dan lahan, termasuk mawas diri terhadap pandemi Covid-19, yang belum dinyatakan berakhir.

Secara garis besar, struktur/postur APBD yang tertuang dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2023, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp 6.528.468.889.568,00. .
Belanja daerah dianggarkan sebesar rp6.425.631.889.568,00.

Terjadi surplus anggaran sebesar rp102.837.000.000,00 (seratus dua milyar delapan ratus tiga puluh tujuh juta rupiah)

Pada posisi penerimaan pembiayaan, yaitu pada jenis pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, dianggarkan sebesar Rp 60.000.000.000,00.

Pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 162.837.000.000,00.

Surplus anggaran sebesar Rp 102.837.000.000,00, digunakan untuk pengeluaran pembiayaan penyertaan modal pada bumd dan pembentukan dana cadangan untuk persiapan pilkada serentak pada tahun 2024.

“Untuk besaran alokasi anggaran per SKPD, per program dan per kegiatan, secara lebih rinci dan jelas dapat dilihat dalam buku rancangan plafon prioritas anggaran sementara Provinsi Kalsel tahun angggaran 2023 yang telah kami sampaikan pada hari ini,” paparnya.

Akhirnya, kata Muhidin, pihaknya berharap, semoga rancangan KUA dan rancangan PPAS tahun anggaran 2023, dapat diterima dan selanjutnya dapat dibahas untuk menjadi kesepakatan bersama dalam menyusun APBD Tahun anggaran 2023.

“Mudah-mudahan, APBD Tahun Anggaran 2023 nanti, bisa mencapai target-target pembangunan, demi mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ditemui usai Rapat Paripurna, Muhidin mengharapkan pemerintah daerah dan DPRD Kalsel menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA ) dan rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) ABPD 2023.

“Saya baru saja menyampaikan rancangan KUA PPAS tahun anggaran 2023, mudah-mudahan antara pemerintah dan DPRD selalu serasi, dalam menerima dan menyusun setiap Perda supaya tidak ada masalah dan semua dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, mengatakan siap mengawal Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2023 yang baru saja disampaikan Wagub Kalsel.

“Kita mengharapkan adanya kolaborasi yang baik antara Pemprov Kalsel dan DPRD. Apa yang disampaikan Wagub Kalsel Muhidin terkait rancana KUA-PPAS akan kita kawal,” katanya.

Supian HK mengatakan, kesuksesan DPRD tidak dapat dilepaskan daripada kesuksesan Pemprov Kalsel, begitu juga sebaliknya.

“Kami akan melakukan kolabarasi yang baik sesuai strategi yang disampaikan Pak Wagub tadi,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

DPRD Kalsel

Geliat UMKM Mulai Membaik, Pemda Tanbu Bakal Fokuskan Bisnis Ini
apahabar.com

DPRD Kalsel

Sekretariat DPRD Kalsel Bagikan Puluhan Paket Sembako Kepada Warga Miskin
apahabar.com

DPRD Kalsel

Demo Buruh: Ketua DPRD Kalsel Teken Poin Penolakan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Sebelum Ketok Palu, Raperda Pemberdayaan Desa Wisata di Kalsel Lewati Uji Publik
waket dprd kalsel

DPRD Kalsel

Waket DPRD Kalsel Bicara Pentingnya Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah

DPRD Kalsel

Jembatan Sei Alalak Bakal Jadi Penopang Geliat Ekonomi Banua Hadapi Pandemi

DPRD Kalsel

DPRD Kalsel Bakal Ajak KPK Awasi Perusahaan Tak Taat Pajak
apahabar.com

DPRD Kalsel

Tabrak Fender Jembatan Rumpiang, Siap-Siap Disanksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com