Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022
agustus

Penyidikan Lengkap, Kasus Kredit Fiktif di BRI Marabahan Dilimpahkan ke Kejari Batola

- Apahabar.com     Selasa, 19 Juli 2022 - 23:52 WITA

Penyidikan Lengkap, Kasus Kredit Fiktif di BRI Marabahan Dilimpahkan ke Kejari Batola

Tersangka MI (berkopiah) sebelum menjalani proses pelimpahan dari Kejati Kalsel ke Kejari Barito Kuala. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Setelah beberapa bulan disidik, kasus kredit fiktif di BRI Cabang Marabahan dinyatakan lengkap dan dilimpahkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel ke Kejari Barito Kuala.

Pelimpahan tersebut ditandai dengan penyerahan tersangka MI (45) dan sejumlah barang bukti atau tahap kedua, Selasa (19/7).

“Pelimpahan tahap dua ini dilakukan ke Kejari Batola, karena locus delicti atau lokasi kejadian berada Marabahan,” papar Kajari Batola, Eben Neser Silalahi, melalui Kasi Intel M Hamidun Noor.

Setelah dilakukan serah terima, MI ditahan di Rutan Marabahan selama 20 hari terhitung mulai 19 Juli hingga 7 Agustus 2022.

“Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan segera mempersiapkan surat dakwaan untuk kelengkapan pelimpahan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin,” imbuh Hamidun.

Baca juga: Dugaan Kredit Fiktif Bank Pemerintah di Marabahan Batola, Kejati Tingkatkan ke Penyidikan

Baca juga: Dugaan Korupsi Bank Pemerintah di Marabahan Batola, Kejati Kalsel Periksa Sejumlah Saksi

Baca juga: Ssttt..3 Kali Mangkir-Dijemput Paksa, RM Bank di Marabahan Resmi Tersangka!

MI yang sebelumnya menjabat relationship manager di BRI Cabang Marabahan selama periode 2018 hingga 2021, ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Maret 2022.

Awalnya MI diperiksa sebagai saksi bersama belasan orang lain, tetapi tidak memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati Kalsel sebanyak tiga kali.

MI sendiri diduga melakukan pemberian kredit kepada debitur melalui perantara dengan menggunakan legalitas usaha dan data pribadi fiktif.

Atas perbuatan itu, terjadi actual loss atau kerugian negara atas kredit investasi refinancing untuk periode audit tahun 2021 senilai Rp5,9 miliar di BRI Cabang Marabahan.

Berdasarkan hasil penyidikan, Kejati Kalsel menyangkakan MI dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kecelakaan Bukit Suharto

Hot Borneo

Pikap Bermuatan Sapi Hilang Kendali di Bukit Suharto Kutai Kartanegara, Sopir Tewas!

Hot Borneo

Kecelakaan Maut di Km 2,5 Palangka Raya, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Pengendara Mobil Tidak Dikenal

Hot Borneo

Bupati HSS Terbitkan SE Ramadan 1443 H, Nekat Melanggar Bakal Disanksi Berat
Hacker Amuntai

Hot Borneo

Bikin Heboh Skala Internasional, Hacker Amuntai Menyesal Harus Tinggalkan Anak-Istri

Hot Borneo

Brukk! Jembatan Telaga-Ampukung Tabalong Ambruk Lagi
Bupati HST Aulia Oktafiandi

Hot Borneo

Boyong Bule ke Meratus, Bupati HST Janji Benahi Halau Halau
SD Negeri Jambu Burung Terbakar

Hot Borneo

Kebakaran di Jambu Burung Banjar Hanguskan Bangunan Sekolah Dasar
BPJS Kesehatan Balikpapan

Hot Borneo

Kelas Rawat Inap Bakal Dihapus Juli, Begini Tanggapan BPJS Kesehatan Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com