Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Percepat Penanganan PMK, Pemerintah Genjot Vaksinasi untuk Ternak  

Pemerintah telah melakukan impor vaksin yang jenisnya sudah di sesuaikan dengan serotype virus PMK yang ada di Indonesia. Vaksin tersebut telah melalui uji kesesuaian terlebih dahulu.
- Apahabar.com     Rabu, 20 Juli 2022 - 09:23 WITA

Percepat Penanganan PMK, Pemerintah Genjot Vaksinasi untuk Ternak   

Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK Wiku Adisasmito memaparkan upaya pemerintah melakukan vaksinasi PMK. Foto: Youtube BNPB

Apahabar.com, JAKARTA – Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK, Wiku Adisasmito membeberkan penanganan PMK ternak dengan metode vaksinasi sedang gencar diupayakan oleh pemerintah yang akan didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia.

Pemerintah telah melakukan impor vaksin yang jenisnya sudah di sesuaikan dengan serotype virus PMK yang ada di Indonesia. Vaksin tersebut telah melalui uji kesesuaian terlebih dahulu. Selain impor, pemerintah juga berupaya mengembangkan vaksin PMK buatan dalam negeri untuk memenuhi keperluan dan penanganan dan kontrol PMK di Indonesia.

“Vaksin-vaksin yang telah di setujui  untuk di impor adalah antara lain after four  yang berasal dari Prancis, tavax fmd dari Republic Rakyat Tiongkok, hai abdominal dari Brazil kemudian autogen oleo dan aftosa dari Argentina,” kata  Wiku dalam siaran pers di akun Youtube BNPB, Selasa (19/7/2022).

Perkembangan distribusi dan realisasi PMK, kata Wiku, saat ini telah mengimpor sebanyak  tiga juta dosis vaksin yang dibagi menjadi dua tahap vaksinasi. Tahap pertama sebanyak 800.000 dosis telah didistribusikan. Adapun tahap kedua sebanyak 2,2 juta dosis yang sedang dalam tahap pendistribusian dan telah disuntikan pada 540.978 hewan ternak per tanggal 18 juli 2022.

Wiku menambahkan sebanyak tiga provinsi dengan cakupan vaksinasi tertinggi per tanggal 18 juli 2022 adalah provinsi Jawa Timur dengan jumlah hewan tervaksinasi sebnayak 24.746 ekor, Bali sebanyak 3.559 ekor dan Jawa Tengah sebanyak 3.384 ekor.

Dalam upaya menggencarkan vaksinasi hewan ternak, pemerintah mendapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi. Beberapa di antaranya seperti medan tempuh menuju kandang hewan yang cukup berat, sulitnya menjaga vaksin agar tetap optimal, hingga tenaga vaksinator yang masih belum mencukupi.

“Kami juga menghimbau kepada provinsi kota dan kabupaten yang belum melakukan vaksinasi PMK agar dapat segera melaporkannya melalui sistem informasi kesehatan hewan nasional,” pungkasnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sembuh dari Corona, Kepala Dinkes Ini Mau ke Tukang Cukur

Nasional

Jokowi: Pengadaan Vaksin Covid-19 Gratis untuk Rakyat Urusan Menkes
Pangeran

Nasional

Komisi III DPR Batalkan Rapat dengan KPK, Ini Alasannya
apahabar.com

Nasional

Pengamat Hukum Duga Penetapan Tersangka Makar Bernuansa Politik
apahabar.com

Nasional

Suhu Panas Diduga Pemicu Ledakan Mortir Perang di Gudang Brimob
Krisis Energi Global

Nasional

Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga Batu Bara di Dunia
Ilustrasi. Foto-Net.

Nasional

Halim Perdanakusuma Ditutup Sementara, Operasional Penerbangan Pindah ke 5 Bandara
apahabar.com

Nasional

Istri Ustaz Maulana Wafat, Berikut Kisah Cinta Keduanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com