Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Polisi Dalami Keterlibatan Ayah Tiri Korban Penganiayaan, Diduga Terjerat Perdagangan Anak

- Apahabar.com     Selasa, 19 Juli 2022 - 16:00 WITA

Polisi Dalami Keterlibatan Ayah Tiri Korban Penganiayaan, Diduga Terjerat Perdagangan Anak

Ilustrasi, Foto-Net.

apahabar.com, BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan terus mendalami kasus penganiayaan dan pencabulan anak di bawah umur.

Korban diketahui berinisial RA (15). Sementara orang yang melakukan penganiayaan adalah suami sirinya berinisial AZ (57).

Pasca-kematian RA pada 3 Juli 2022, penyidik Polresta Balikpapan mengamankan AZ beserta ayah tiri korban berinisial AB (34).

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso, mengatakan ayah tiri korban diamankan karena memiliki peran yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Diketahui, AB lah yang menikahkan siri anak tirinya itu dengan AZ. Kuat dugaan, AB terjerat dalam perdagangan anak (human trafficking).

“Jadi masing-masing punya peran, baik ayah tiri maupun suami sirinya ini. Masih kami dalami (human trafficking),” ungkapnya.

Informasi dihimpun, pelaku menikahi korban secara siri pada 6 Mei 2022 lalu. Korban merupakan keluarga dengan latar ekonomi rendah. Dia tinggal di kawasan Jalan Beller.

Ketua RT setempat (TKP Sungai Nangka), JO, mengatakan pelaku mengajak korban dengan dalih untuk membantu perekonomian keluarganya. Sebab, korban tinggal di dalam hutan alias di lingkungan yang tidak layak.

“Bapak tirinya juga kena (diamankan) karena dia menikahkan atau mungkin ada modus yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, SF (42) yang merupakan mantan istri AZ menuturkan bahwa mantan suaminya itu memang memiliki perilaku yang berbeda sejak lama.

Selama 15 tahun pernikahan, SF kerap mendapati AZ membawa anak-anak ke dalam rumah. Bahkan setelah berpisah pun AZ masih membawa anak-anak di bawah umur dengan dalih membersihkan rumah.

“Sering dipergoki di sini. Saya sama warga dan Pak RT juga sering kasih tahu. Tapi ya begitu, masih melakukan. Nah, pas yang ini sudah didatangi Babinsa, tapi nggak bisa juga karena katanya ada surat nikah sirinya,” tuturnya.

SF mengaku belum pernah melihat keluarga dari RA selama ia menikah dengan AZ, sehingga saat kematiannya pun AZ tidak membawanya ke rumah orang tua RA, melainkan ingin melakukan proses pemulasaraan di rumah SF.

“Pas meninggal itu dia ada WA ke saya katanya pinjam rumah sebentar untuk urus jenazah ini. Ya, tapi disini nggak bisa, kata RT karena korban ini kan bukan tercatat sebagai warga sini, harus ke sana dulu,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mardani H Maming

Hot Borneo

MHM Beri Kesaksian di Persidangan, Buktikan Tak Ada Keterlibatan di Kasus IUP Tanbu
Viral Amuntai

Hot Borneo

[VIRAL] ‘Uang Gaib’ Amuntai untuk Perbaiki Rumah
SPKUA

Hot Borneo

Langganan Kabut Asap, SPKUA Bakal Dibangun di Banjarbaru
Indomaret Stagen

Hot Borneo

Keluh Warga Stagen Kotabaru, Susahnya Dapat Minyak Goreng
Banjir

Hot Borneo

Mengancam Tiap Tahun, Berikut Program Penanganan Jangka Panjang Tangkal Banjir di Banjarbaru
Tanah Laut

Hot Borneo

Detik-Detik Mencekam Kapal Dibakar Massa di Tanah Laut: 50 Perahu Mengepung
Ilustrasi bunuh diri

Hot Borneo

Kasus WNA Korsel Bunuh Diri di Balikpapan Akhirnya Disetop
Warga Pasar Batuah

Hot Borneo

Pertemuan Berujung Buntu, Warga Pasar Batuah Tolak Mentah-Mentah Tawaran Pemkot Banjarmasin!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com