Gerak Cepat Polres Batola Bongkar Komplotan Garong Lintas Daerah Kemenhub Intensifkan Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan
agustus

Presiden Jokowi Teken Aturan Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak

- Apahabar.com     Senin, 18 Juli 2022 - 13:02 WITA

Presiden Jokowi Teken Aturan Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak

Presiden Joko Widodo menandatangani Perpes tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak (Stranas PKTA). Foto: Liputan 6

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden RI Nomor 101 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Stranas PKTA).

Diteken 15 Juli 2022, Perpres itu berlatar jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tinggi, sehingga perlu optimalisasi peran pemerintah.

Terlebih peraturan perundangan yang berkaitan dengan penghapusan kekerasan terhadap anak, dinilai belum optimal dalam memberikan pencegahan dan penanganan.

“Stranas PKTA menjadi acuan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak,” demikian disebutkan dalam Pasal 3 Perpres 101 Tahun 2022.

Dalam Pasal 5 disebutkan arah kebijakan dan strategi penghapusan kekerasan terhadap anak terdiri atas:
a. penyediaan kebijakan, pelaksanaan regulasi, dan penegakan hukum;
b. penguatan norma dan nilai anti kekerasan;
c. penciptaan lingkungan yang aman dari kekerasan;
d. peningkatan kualitas pengasuhan dan ketersediaan dukungan bagi orang tua/pengasuh;
e. pemberdayaan ekonomi keluarga rentan;
f. ketersediaan dan akses layanan terintegrasi; dan
g. pendidikan kecakapan hidup untuk ketahanan diri anak.

Kemudian dalam Pasal 8 disebutkan pendanaan pelaksanaan Stranas PKTA bersumber dari:
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah; dan/atau
c. sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara berdasarkan hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2018 yang dilansir Antara, Senin (18/7), menunjukkan bahwa 1 dari 17 anak laki-laki dan 1 dari 11 anak perempuan pernah mengalami kekerasan seksual.

Sementara 1 dari 2 anak laki-laki, serta 3 dari 5 anak perempuan pernah mengalami kekerasan psikis langsung.

Selanjutnya 14 dari 100 anak laki-laki dan 13 dari 100 anak perempuan pernah mengalami kekerasan psikis tidak langsung melalui daring (cyberbullying), serta 1 dari 3 anak laki-laki dan 1 dari 5 anak perempuan mengalami kekerasan fisik.

Dapat disimpulkan bahwa 2 dari 3 anak perempuan dan anak laki-laki di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidup. Bahkan umumnya kekerasan yang dialami oleh anak cenderung diterima lebih dari satu jenis kekerasan.

Ironisnya pelaku kekerasan adalah orang terdekat, teman sebaya dan orang dewasa yang dikenal.

Ketidaksiapan atas penyediaan layanan perlindungan akhirnya berdampak kepada anak korban kekerasan yang sulit mendapatkan bantuan dan pendampingan.

Tak mengherankan kalau kekerasan masih sering tersembunyi atau tidak terlaporkan sehingga sulit untuk dicegah, ditangani secara efektif dan mengatasi dampak jangka panjang.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ridwan Kamil

News

Detik-Detik Jasad Eril Masuk Liang Lahat, Isak Tangis pun Pecah!
Honorer

News

Tak Ada Lagi Tenaga Honorer di Pemerintahan pada 2023

News

Ustaz Abdul Somad Ditahan Imigrasi Singapura, Direncanakan Dideportasi
Holywings

News

Trending! Holywings Terjerat Perkara Penistaan Agama, Buntut Promosi Miras Gratis untuk Muhammad
Stadion

News

Meski Bersengketa, Lahan Stadion di Banjarbaru Diklaim Murni Aset Pemkot
Kedaluwarsa

News

Ramai Masa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 Diperpanjang, Emang Bisa?
Vaksinasi

News

BIN Kalsel Kejar Target 80 Persen Vaksinasi Lansia di Banjarbaru
Bambang Widjojanto

News

Heboh! Kabar Bambang Widjojanto Ditangkap Polisi, Cek Faktanya…
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com