Gerak Cepat Polres Batola Bongkar Komplotan Garong Lintas Daerah Kemenhub Intensifkan Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan
agustus

Prostitusi Online Banjar, Dua Wanita Terciduk di SDL Martapura

- Apahabar.com     Jumat, 15 Juli 2022 - 20:54 WITA

Prostitusi Online Banjar, Dua Wanita Terciduk di SDL Martapura

Dua wanita diduga prostitusi online ditangkap Satpol PP Kabupaten Banjar saat operasi yustisi, Jumat (15/7). Foto-istimewa.

apahabar.com, MARTAPURA – Terlibat aksi prostitusi online, dua wanita muda diciduk Satpol PP Kabupaten Banjar, Jumat (15/7).

Sebut saja Mawar dan Melati. Dari KTP keduanya, sama-sama masih berusia 20 tahun. Beralamatkan Banjarbaru.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Banjar, Rudy Ramadhani mengatakan keduanya diduga merupakan pekerja seks komersial (PSK).

Dua remaja tersebut ditangkap anak buahnya saat operasi yustisi oleh anggota PPHD dan Tibum setelah mendapat laporan masyarakat.

“Ditangkap di kawasan Stadion Demang Lehman (SDL) Martapura, setelah dipancing melalui aplikasi media sosial,” ujar Rudy.

Di kantor Satpol PP Banjar, keduanya mengaku baru sebulan menjalani ‘bisnis lendir’ secara online. Wilayah mencakup Banjarbaru dan Martapura.

Dua wanita diduga prostitusi online ditangkap Satpol PP Kabupaten Banjar saat operasi yustisi, Jumat (15/7). Foto-istimewa.

Rudy bilang keduanya berteman. Satu bertugas menawarkan jasa di media sosial. Satunya lagi spesialis melayani pria hidung belang.

Ironisnya, si muncikari rupanya sudah punya suami.

“Yang saya lihat tadi di screenshot chat (tarifnya) ada Rp600 ribu untuk short time,” ungkapnya.

Praktis, keduanya kini disangka melabrak Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10/2007 tentang Ketertiban Sosial.

Kendati begitu, proses hukum belum masuk ke tahap penyidikan. “Baru tahap klarifikasi, belum ke ranah penyidikan,” ucapnya.

Alasannya, penyelidik masih perlu melengkapi berkas penyelidikan untuk kemudian dikeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik).

“Kami melengkapi berkas dulu baru menyampaikan kepada Kasatpol PP, karena untuk penyidikan harus ada sprindik,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

patung tjilik riwut

Hot Borneo

Pasca-Roboh, Katingan Bangun Ulang Patung Tjilik Riwut Rp1,5 Miliar
PLN

Hot Borneo

Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 2021, PLN UIP Kalbagtim Optimis Capai Kinerja 2022
Rumah Lansia di HSS terbakar

Hot Borneo

Geger! Rumah Lansia di Sungai Raya HSS Ludes Terbakar

Hot Borneo

Detik-detik Pria Ditusuk Hingga Tewas di Trikora Banjarbaru Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku
Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu

Hot Borneo

Pengedar di Simpang Empat Tanah Bumbu Diringkus, Polisi Amankan 28 Paket Sabu
Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, Hj Mariana.

Hot Borneo

Di Bawah Nakhoda Hj Mariana, Gerindra Kalsel Pasang Target 100 Kursi di Legislatif
Pesepak Bola

Hot Borneo

Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Hujan Disertai Angin Kencang Mengancam
Demo Tabalong

Hot Borneo

Unjuk Rasa di Tabalong, Mahasiswa Bicara Kenaikan BBM hingga IKN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com