Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik [ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

‘Ratu Arisan’ Online Bodong Banjarmasin Dituntut 2,6 Tahun Penjara hingga Bayar Ganti Rugi

'Ratu arisan' online bodong di Banjarmasin, Rizky Amelia alias Ame dituntut 2,6 tahun penjara. Tuntutan itu disampaikan oleh jaksa...
- Apahabar.com     Senin, 18 Juli 2022 - 19:49 WITA

‘Ratu Arisan’ Online Bodong Banjarmasin Dituntut 2,6 Tahun Penjara hingga Bayar Ganti Rugi

Ratu arisan online bodong di Banjarmasin, Rizky Amelia alias Ame dituntut 2,6 tahun penjara. Foto-apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – ‘Ratu arisan’ online bodong di Banjarmasin, Rizky Amelia alias Ame dituntut 2,6 tahun penjara.

Tuntutan itu disampaikan oleh jaksa penuntut umum, Radityo Wisnu Aji dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (18/7) yang dipimpin hakim Heru Kuntjoro.

“Dituntut pidana penjara selama dua tahun enam bulan dengan potongan masa tahanan,” kata Radityo.

Selain itu, Ame juga dituntut pidana tambahan berupa kewajiban membayar ganti rugi kepada para korban.

Pembayaran ganti rugi itu menyesuaikan dengan surat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang diterima JPU.

Jika tak mampu, JPU telah menyiapkan hitung-hitungan beberapa barang yang disita dari terdakwa memiliki nilai ekonomis akan dituntut untuk dirampas oleh negara.

Kemudian akan dilakukan pelelangan yang hasilnya nanti diperhitungkan atau diserahkan kepada para korban dari arisan bodong tersebut.

“Jadi kami 30 hari setelah adanya putusan berkekuatan hukum tetap berdasarkan peraturan mahkamah agung nomor 1 tahun 2022 itu jaksa bisa menyita,” ujarnya.

“Tapi karena ini uangnya sudah dalam penyitaan negara maka itu bisa dilakukan perhitungan langsung sebagai pembayaran restitusi kepada para korban,” sambungnya.

Pantauan media ini, pascapembacaan tuntutan, Ame terlihat sempat terisak dan menitikkan air matanya.

Sekedar pengingat, Ame sebelumnya didakwa dengan tiga pasal sekaligus, yakni Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan, Pasal 372 KUHP Tentang Penggelapan, dan Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sidang itu merupakan perkara pertama yang disidangkan dalam kasus arisan online Ame. Sedangkan masih ada tiga perkara lagi dalam proses di kepolisian.

Ame sendiri dikabarkan kini tengah berbadan dua. Ame mengikuti persidangan secara daring dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas 2A Martapura, Kabupaten Banjar.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

dishub palangkaraya

Hot Borneo

Waspada Jukir Liar di Kota Palangka Raya, Bila Ditemukan Lapor Dishub
Warga Batuah Banjarmasin

Hot Borneo

Tolak Digusur, Warga Kampung Batuah Minta Perlindungan Kapolresta Banjarmasin

Hot Borneo

Lebaran Sebentar Lagi, Posko Mudik di Kalsel Kosong Melompong
Kebakaran

Hot Borneo

Kebakaran di Jalan SMP Martapura, Satu Rumah Dilalap Api
Kampung Baru

Hot Borneo

Awas! Warga Kampung Baru Tanbu Diminta Waspada Serangan Anjing Liar

Hot Borneo

Ekspor CPO Dibuka Lagi, Harga Minyak Goreng di Batola Masih Fluktuatif
Pemilu

Hot Borneo

Pemilu 2024 Kader Golkar Kalsel Dituntut Kerja Keras
Sidang Ame

Hot Borneo

Cerita Polisi Berbisnis Kuliner dengan ‘Ratu’ Arisan Bodong Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com