Duh, ASN di Banjarmasin Masih Ada Tak Taat Pajak Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Siang Berpotensi Hujan di Seluruh Wilayah Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri
agustus

Satgas Penanganan PMK Sebut Rantai Wabah PMK dapat Diputus melalui Sikap Proaktif Masyarakat

- Apahabar.com     Rabu, 27 Juli 2022 - 00:27 WITA

Satgas Penanganan PMK Sebut Rantai Wabah PMK dapat Diputus melalui Sikap Proaktif Masyarakat

Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK Wiku Adisasmito

apahabar.com, JAKARTA – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dikenal sebagai penyakit yang sangat menular bagi hewan berkuku belah. Hal tersebut mengakibatkan hewan yang tertular dapat berpotensi hingga sampai pada kematian.

Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK Wiku Adisasmito mengatakan meski PMK merupakan penyakit yang menular, penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Salah satunya yang dibutuhkan adalah sikap proaktif masyarakat agar dapat melaporkan temuan temuan hewan ternak yang terjangkit PMK untuk melapor kepada desa dan dinas terkait.

“Dapat segera diberi tindakan lanjutan seperti pemeriksaan fisik dan pengobatan oleh medik veteriner dan paramedik veteriner. Kembali mengingatkan bahwa penerapan biosecurity yang ketat dan tepat adalah salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit PMK di Indonesia,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan di Youtube BNPB, Selasa (26/7/2022).

Selain dibutuhkan penanganan yang tepat, juga dibutuhkan aturan pembatasan yang ketat. Dimulai dari pembatasan mobilitas manusia ke area peternakan hewan yang rentan terinfeksi PMK.

Pembatasan tersebut juga perlu ditindaklanjuti dengan perlunya melakukan disinfeksi di area kandang serta peralatan yang terkontaminasi, dengan menggunakan bahan yang murah dan mudah didapat seperti asam sitrat dan asam borat.

“Perlu diperhatikan juga bahwa setiap orang yang ingin memasuki area peternakan tidak diperbolehkan untuk memakai pakaian atau atribut kandang yang sama jika hendak mendatangi beberapa kandang lainnya. Hal tersebut untuk mengurangi risiko terbawanya virus melalui orang-orang yang kemudian dapat menginfeksi hewan,” ungkapnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Muncul ke Publik, Kim Jong-un Patahkan Rumor Lagi Kritis
apahabar.com

Nasional

Mundur..Mundur! Polisi Mulai Tembakan Gas Air Mata di Bundaran BI

Nasional

Resmikan Bendungan Way Sekampung, Presiden: Banyak Manfaatnya!
apahabar.com

Nasional

Bahas Pemindahan Ibu Kota Negara, Paman Birin dan Jokowi Dijadwalkan Bertemu
apahabar.com

Nasional

Dilantik sebagai Anggota DPR RI, Syafruddin H Maming Minta Restu Rakyat Kalsel
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,1 Magnitudo Berpusat di Jepara Dirasakan Warga Bali hingga Pangandaran
apahabar.com

Nasional

Tutup Debat, Jokowi-Amin: Jangan Menyerah, Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur
apahabar.com

Nasional

Aksi Heroik PMI Selamatkan Warga Terjebak Banjir di Jabodetabek
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com