Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

Sebagian Desa Kiram Beralih ke Tala? Ketua DPRD Banjar Siap Protes

- Apahabar.com     Rabu, 27 Juli 2022 - 00:04 WITA

Sebagian Desa Kiram Beralih ke Tala? Ketua DPRD Banjar Siap Protes

Peta hasil dari SLPP Kalsel, sekitar 1,8 ribu hektare wilayah Desa Kiram kini masuk ke wilayah Tanah Laut, Selasa (26/7). foto-Repro.

apahabar.com, MARTAPURA – Sebagian wilayah Desa Kiram, Provinsi Kalsel diketahui tidak lagi masuk daerah Kabupaten Banjar melainkan masuk ke Desa Bentok Darat atau Imban Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Disampaikan Ketua DPRD Banjar, HM Rofiqi, awal mula diketahuinya usai mendapat laporan dari Kepala Desa Kiram, Iwar.

Kata Rofiqi, berdasar cerita Pambakal Iwar, sekira dua pekan lalu pemerintah Desa Kiram melakukan kegiatan pemetaan batas wilayahnya.

Pihak desa menggunakan jasa lembaga Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) Kalimantan Selatan, untuk mengetahui batas wilayah.

Acuannya, menggunakan titik koordinat pada dokumen Kesepakatan Kepala Daerah tentang Batas Daerah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut yang didapat dari Tata Pemerintahan (Tapem) Banjar.

Dokumen tersebut ditandatangani Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Bupati Tala H Sukamta, dan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, tertanggal 4 Maret 2021.

Tak hanya itu, SLPP juga berdasar pada peta rupa bumi Indonesia BIG, dan survei lapangan langsung oleh tim pemetaan Desa Kiram dan SLPP Kalsel.

“Setelah titik koordinat dicocokkan keluar lah hasilnya. Ternyata tempat Wisata Kiram Park dan sebagian Wilayah Desa Kiram masuk ke wilayah Tanah Laut,” ujar Rofiqi kepada apahabar.com, Selasa (26/7), sambil memperlihatkan peta batas wilayah yang dikeluarkan SLPP.

“Jadi mereka ini awalnya cuma menjalankan program desa kegiatan pemetaan desa, dan ternyata mereka terkejut sebagian desanya malah masuk ke kabupaten tetangga,” sambungnya lagi.

Masih dari dokumen SLPP, tercatat 1.820,74 Ha yang berkurang dari luas wilayah Desa Kiram yang semula 5.659,31 Ha menjadi 3.838,57 Ha.

Selisih tersebut merupakan perbandingan antara peta Desa Kiram yang dihasilkan dari pemetaan partisipatif desa berupa peta indikatif dengan dokumen Kesepakatan Kepala Daerah Banjar dan Tala.

“Ada seribu delapan ratus hektare lebih wilayah Desa Kiram yang berkurang dan masuk ke Tanah Laut,” tutur Rofiqi.

Rofiqi melanjutkan, jika hasil kesepakatan dua bupati itu disampaikan ke Kemendagri ia segera akan memprotesnya.

“Jika Kemendagri mengeluarkan SK nya kita siap menggugatnya ke pengadilan. Karena wilayah Kiram itu milik masyarakat, bukan milik bupati,” pungkas Rofiqi.

Terpisah, sekretaris Komisi I DPRD Banjar Lauhul Mahfuz membantah bahwa wisata Kiram Park beralih wilayah ke Tala. Ia mengklaim sudah mengonfirmasi bagian Tata Ruang Dinas PUPRP Banjar.

“Narasi itu tampaknya perlu diperiksa lagi. Mungkin saja sebagian kecil Desa Kiram masuk ke Tala, tapi wisata Kiram Park termasuk Masjid Bambu masih Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sekedar diketahui, permasalahan sengketa tapal batas Kabupaten Tanah Laut (Tala) dengan Kabupaten Banjar di Desa Bentok Darat dan Desa Kiram sudah terjadi selama 16 tahun.

“Alhamdulillah hari ini secara resmi persoalan batas wilayah dengan Kabupaten Banjar telah selesai. Permasalahan sengketa 1.000 hektare ini telah berlangsung selama 16 tahun,” ujar Bupati Sukamta usai menandatangani kesepakatan bersama Bupati Banjar H Saidi Mansyur dan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, di Gedung Auditorium KH Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (4/3/2021).

“Ini bukan waktu yang sebentar. Namun dengan komunikasi yang baik dari pihak Kabupaten Banjar kita bisa saling mengerti dan menemui kata sepakat,” ungkap Sukamta dikutip dari laman resmi Setda Tala.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Brakkk! Tronton vs Motor, 1 Tewas Terjepit Roda Truk
polres tabalong

Hot Borneo

Pererat Kebersamaan, Polres Tabalong Olahraga Bersama Brimob dan TNI
Politeknik Negeri Tanah Laut

Hot Borneo

Tingkatkan Mutu SDM Tenaga Pendidik, Politeknik Negeri Tanah Laut Gelar Bimtek
Lomba Lawang Sakepeng Kapuas

Hot Borneo

Lomba Lawang Sakepeng Kembali Meriahkan Festival Seni Budaya di Kapuas
Tahanan Kabur Polda Kalsel

Hot Borneo

Residivis Bebal yang Kabur dari Polda Kalsel Belum Jalani Sidang Perdana
Kapolda Kalteng

Hot Borneo

Kapolda Kalteng: Penegakkan Hukum Harus Kedepankan Restorative Justice
Jamban Hanyut Sungai Martapura

Hot Borneo

Ngakak! Jamban Hanyut Bersama Orang di Sungai Martapura Tunggul Irang
PDI

Hot Borneo

Peringati Tragedi Kudatuli 1996, PDIP Kalsel: Usut Tuntas!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com