Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Segera Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Mesti Lulus Screening

- Apahabar.com     Rabu, 13 Juli 2022 - 09:33 WITA

Segera Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Mesti Lulus Screening

Pos layanan kesehatan di Arafah, Kamis (7/7) memberikan pelayanan kepada jamaah calon haji yang akan melaksanakan wukuf. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sebelum bertemu keluarga, ribuan jemaah haji mesti lulus screening setibanya di Indonesia.

Sebanyak 4.765 jemaah haji gelombang pertama akan kembali ke Tanah Air mulai 15 dan 16 Juli 2022 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Adapun sreening dilakukan ketika kedatangan jemaah di bandara debarkasi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Skrining yang dimaksudkan adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala, serta observasi di asrama haji debarkasi,” jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana, seperti dilansir Viva, Rabu (13/7)

Apabila jemaah memiliki gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen. Apabila hasil reaktif, berarti dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jemaah yang positif akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau bergejala ringan. Sementara yang bergejala sedang atau berat akan dirujuk ke rumah sakit,” beber Budi Sylvana.

Sedangkan jemaah haji yang dinyatakan sehat seusai observasi di asrama haji debarkasi, bisa kembali ke rumah. Namun mereka tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatan selama 21 hari kedepan.

Setiap jemaah akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji/K3JH, serta tetap mendapatkan pengawasan oleh dinas kesehatan setempat.

Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency dan rujukan.

Jemaah juga diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker dan menggunakan alat pelindung diri selama menjalankan aktivitas di luar pemondokan.

Di sisi lain, keluarga diingatkan untuk tidak menjemput jemaah kepulangan jemaah haji, baik di bandara maupun asrama haji. Imbauan ini juga demi mencegah kerumunan dan penularan Covid-19.

“Keluarga tidak perlu menjemput ke bandara dan di debarkasi. Penjemputan bisa dilakukan di kota ataupun kabupaten masing-masing,” tegas Waryono Abdul Ghafur, Plh Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Tak Profesional Tangani TKP Penembakan Brigadir J, 25 Polisi Diperiksa
Hasnuryadi

Hot Borneo

Melihat Upaya Komisi VII-Kementerian Tumbuhkan Geliat Wirausaha Baru Kalsel

News

Penembakan di Pilpres Filipina, 6 Tewas

News

Presiden Jokowi ke Ukraina, Pasukan Elite Bawa Amunisi Tak Terbatas

News

Gempa Pasaman Barat Sumbar, Ribuan Warga Bermalam di Tenda Darurat

News

BBRI dan TLKM Diborong Asing, IHSG Dibuka Menguat!
minyak goreng

News

Beli Minyak Goreng Rp 14 Ribu Syarat Belanja Rp 100 Ribu, Ketua KNPI Banjar Angkat Suara
Polres Banjarbaru

News

Congrats! Polres Banjarbaru Sabet Predikat A Pelayanan Publik 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com