Duh, ASN di Banjarmasin Masih Ada Tak Taat Pajak Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Siang Berpotensi Hujan di Seluruh Wilayah Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri
agustus

Sidang Perdana Bechi Anak Kiai Jombang Digelar Hari Ini!

Moch Subchi Azal Tsani alias Bechi akan menjalani sidang perdana kasus dugaan pencabulan hingga pemerkosaan pada hari ini, Senin (18/7).
- Apahabar.com     Senin, 18 Juli 2022 - 08:03 WITA

Sidang Perdana Bechi Anak Kiai Jombang Digelar Hari Ini!

Tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati di Jombang, Moch Subchi Azal Tsani. Foto-Istimewa

apahabar.com, SURABAYA – Moch Subchi Azal Tsani alias Bechi akan menjalani sidang perdana kasus dugaan pencabulan hingga pemerkosaan pada hari ini, Senin (18/7).

Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara online mengingat situasi pandemi Covid-19.

“Karena sekarang masih pandemi Covid-19, sidangnya akan digelar online,” ucap Humas PN Surabaya Anak Agung Gede Agung Pranata dinukil CNN Indonesia, Senin (18/7).

Majelis hakim dan tim jaksa penuntut umum yang dipimpin Kepala Kejati Jatim Mia Amiati akan hadir langsung di Ruang Sidang PN Surabaya.

Sedangkan Bechi selaku terdakwa akan mengikuti sidang secara daring dari Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

Agung menepis alasan sidang digelar daring karena keamanan atau kekhawatiran pengerahan massa dari simpatisan Bechi.

“Bukan karena kekhawatiran itu [pengerahan massa],” katanya.

Perkara nomor:1361/Pid.B/2022/PN Sby ini akan diadili oleh majelis hakim yang terdiri dari Sutrisno, Titik Budi Winarti dan Khadwanto.

Mereka akan dibantu oleh panitera Achmad Fajarisman.

“Semuanya sudah siap, hakim juga sudah siap, tinggal menunggu pelaksanaan sidang saja,” ujar Agung.

Bechi akan didakwa dengan Pasal berlapis, yakni Pasal 285 KUHP Jo Pasal 65 KUHP, Pasal 289 KUHP Jo Pasal 65 KUHP dan Pasal 294 ayat (2) ke-2 KUHP Jo Pasal 65 KUHP.

Dari ketiga Pasal dimaksud, Bechi terancam dipidana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Pasal 285 KUHP berbunyi:Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Bechi dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP:LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG. Korban merupakan salah satu santri atau anak didik Bechi di pesantren.

Selama proses penyidikan, Bechi selalu mangkir dari panggilan penyidik Polres Jombang.

Ia telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2019.

Kasus ini kemudian ditarik ke Polda Jatim. Namun, polisi belum bisa menangkap yang bersangkutan.
Upaya jemput paksa pun sempat dihalang-halangi santri dan simpatisan Bechi.

Dalam perjalanannya, Bechi menggugat Kapolda Jatim.

Ia menilai penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah.

Ia mengajukan Praperadilan sebanyak dua kali ke PN Surabaya dan PN Jombang yang selalu berakhir dengan kekalahan.

Polisi pun menerbitkan status DPO untuk Bechi.

Seiring waktu berjalan, Bechi memutuskan untuk menyerahkan diri setelah Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, dikepung ratusan polisi selama 15 jam.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Ribuan Pencinta Gowes Tumpah Ruah di Fun Bike & Balap Sepeda Polda Kalteng

News

DPR Setujui Lima RUU Provinsi Jadi UU

Nasional

Tak Bergeming Perlawanan Maming Dikriminalisasi
Wisatawan

News

Wisatawan Hilang di Kawah Ijen Asal Bondowoso Ditemukan, Begini Kondisinya
anak

News

Sungguh Tega, Anak Piting Kepala Ayah hingga Tewas
Reses

News

Pererat Silaturahmi di Momen Reses, Paman Yani Gelar Sekenceng Cup 2022
WNI di Ukraina

News

24 Orang Masih Bertahan, 99 WNI Telah Dievakuasi Keluar Ukraina

News

Jokowi Ingin Indonesia Jadi Raja Produsen Kendaraan Listrik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com