Gerak Cepat Polres Batola Bongkar Komplotan Garong Lintas Daerah Kemenhub Intensifkan Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita, Walhi Teringat Gugatan Warga Merasakan Sensasi Balapan Mobil Layaknya di Sirkuit Asli Pilihan AC Rumahan, Tinggal Klik Sejuknya Merata ke Seluruh Ruangan
agustus

Sikapi Perubahan Iklim, Anak Muda Perlu Lakukan 8 Cara Gaya Hidup Rendah Karbon

Meski begitu, survei 2019 yang mengatakan masyarakat Indonesia tidak percaya perubahan iklim disebabkan oleh manusia, patut dianggap sebagai masalah yang serius.
- Apahabar.com     Sabtu, 23 Juli 2022 - 01:05 WITA

Sikapi Perubahan Iklim, Anak Muda Perlu Lakukan 8 Cara Gaya Hidup Rendah Karbon

Seorang anak muda menunjukan gambar ilustrasi tentang pemanasan global. Foto: ANTARA

apahabar.com, JAKARTA – Koordinator Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran USAID SINAR, Gus Firman mengungkapkan fenomena perubahan iklim sudah nyata di depan mata. Meski begitu, survei 2019 yang mengatakan masyarakat Indonesia tidak percaya perubahan iklim disebabkan oleh manusia, patut dianggap sebagai masalah yang serius.

“Karena isunya sudah bukan perubahan iklim tapi sudah masuk ke krisis iklim. Jadi di tingkat masyarakat literasi perubahan iklim masih sangat rendah. Sementara informasi yang ada di medsos cenderung mendorong masyarakat yang antisains dan pingin instan yang implikasinya kurang tanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan,” katanya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum diskusi G20 Youth Action in Mitigating Climate Change yang disiarkan di Youtube Kementerian ESDM, Jumat (22/7/2022).

Karena alasan itulah, kata Firman, perubahan perlu dilakukan oleh anak-anak muda tidak hanya di Indonesia, melainkan juga dilakukan oleh anak-anak muda di dunia untuk berkontribusi melakukan mitigasi perubahan iklim.

Pertama, anak-anak muda sudah seharusnya memulai bepergian dengan menggunakan transportasi umum. Sebab, sektor transportasi pada kurun waktu 2011-2016 mengalami kenaikan sebesar 11 persen.

Kedua, dengan cara menghemat penggunaan listrik. Hal ini dikarenakan pada 2017 sektor energi menyumbang sebesar 48 persen dari total emisi karbon di Indonesia. Kenaikan tersebut seiring dengan pertumbuhan penduduk yang berdampak pada kenaikan kebutuhan energi.

Adapun yang ketiga, kata Firman, anak-anak muda harus mulai menghabiskan makanan untuk mengurangi food waste. Hal tersebut perlu dilakukan karena pada 2020 limbah makanan, menyumbang sebanyak 40 persen total sampah yang tersebar di sebanyak 300 kabupaten dan kota.

“Jadi kita terlalu banyak membuang makanan sehingga menjadi sampah,” katanya.

Selanjutnya keempat, dengan mengurangi penggunaan plastik atau kemasan sekali pakai. Kelima, menanam pohon di halaman rumah masing-masing. Keenam, menghemat penggunaan air.

“Keenam, mengonsumsi bahan dan produk lokal. Sekaligus yang ketujuh dengan memanfaatkan kembali barang bekas dan mengelola sampah dengan bijak,” pungkasnya. (Resti)

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemerkosaan

Nasional

Suami Perkosa Istri Bisa Dipenjara 12 Tahun, Simak RUU KUHP

Nasional

Maju atau Mundur, Panitia Muktamar Minta PBNU Beri Kepastian
apahabar.com

Nasional

Banyak Hoaks yang Membuat Papua Memanas
Corona

Nasional

Rapor WHO: Provinsi dengan Penularan Corona Tertinggi di Indonesia, Termasuk Kalsel!
apahabar.com

Nasional

Anak Muda Bangun Sistem Online, Jokowi: Bisa Bantu Petani
Ilustrasi, banjir bandang dan tanah longsor di Ngada, NTT. Foto-Net

Nasional

Diterjang Banjir dan Longsor, Lima Rumah di Ngada NTT Terkubur

Nasional

Gempa M 5,3 Guncang Daratan Sumatera Utara
apahabar.com

Nasional

Mendagri: Pemerintah Sedang Menyiapkan 2 Opsi Perppu Pilkada Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com