Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam
agustus

Simak! Jenis Sepeda Motor Ini Bakal Dilarang Isi Pertalite

- Apahabar.com     Sabtu, 2 Juli 2022 - 11:12 WITA

Simak! Jenis Sepeda Motor Ini Bakal Dilarang Isi Pertalite

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA PT Pertamina (Persero) akan membatasi penggunaan bahan bakar subsidi RON 90 atau Pertalite bagi sejumlah jenis dan merek kendaraan sepeda motor. Sepeda motor dengan mesin di atas 250 cc dilarang menggunakan bensin jenis Pertalite.

Namun, aturan tersebut saat ini masih dipersiapkan. Motor dengan mesin di atas 250 cc pada umumnya berada pada segmen premium kategori Big Bike.

Mengutip CNN Indonesia, merek motor dengan mesin di atas 250 cc, yaitu untuk merek Honda, motor dengan kubikasi di atas 250 cc berdada dalam macam model. Diantaranya, CB650R, CB500X, CBR600RR, CBR1000RR, X-ADV, CRF1100L Africa Twin Adventure Sport, sampai dengan Gold Wing.

Selanjutnya, untuk merek sepeda motor Yamaha, ada skutik bongsor T Max, lalu MT09, dan MT07.

Lalu, untuk merek sepeda motor Kawasaki yang produknya memiliki mesin 250 cc ke atas, yaitu Ninja ZX10R, Ninja H2, KX450, Versys 1000, hingga Vulcan S. Sementara, merek sepeda motor BMW, semua produk roda dua yang dipasarkan punya kubikasi di atas 250 cc, begitu juga dengan Triumph. Sedangkan Suzuki saat ini tidak memiliki produk di atas 250 cc.

Meskipun demikian, larangan penggunaan Pertalite bagi sepeda motor belum dimulai. Pertamina menyampaikan, pembelian bahan bakar bensin RON 90 Pertalite masih bisa dilakukan tanpa pembatasan melalui aplikasi, khususnya pengguna motor.

Fungsi aplikasi tersebut sebagai media identifikasi dalam pembelian bahan bakar subsidi oleh masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, saat ini proses uji coba pendaftaran lewat aplikasi hanya dilakukan untuk kendaraan roda empat ke atas seperti mobil, taksi, dan truk. Sementara, untuk roda dua dan LPG masih menunggu setelah pendaftaran BBM selesai.

“Pendaftaran untuk kendaraan roda empat, khusus yang Pertalite tanggal 1 Juli baru pendaftaran. LPG 3 kg masih pengembangan sistem. Belum ada registrasi. Belum akan kami laksanakan,” ungkap Irto.

Irto menyebut, proses uji coba pendaftaran dijadwalkan akan berlangsung selama dua pekan. Setelah itu prosesnya akan ditelaah ulang untuk proses kebijakan selanjutnya.

“Kami coba dua pekan buat pendaftaran sambil penerapan di lapangan dan tingkat antusias masyarakat yang daftar. Ini mendukung ketepatan sasaran. Sampai sebulan nanti baru di-review,” jelasnya.

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan implementasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina di seluruh Pulau Jawa resmi dimulai 1 September 2022.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengataan selain Pulau Jawa, pada tanggal itu implementasi itu juga berlaku di Palu, Pontianak, dan Mataram. Perseroan melakukan tahap implementasi wave (gelombang) I terlebih dahulu di beberapa daerah. Lalu, dilanjutkan ke wave II yang mencakup seluruh Pulau Jawa.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Termasuk Bharada E, Enam Ajudan Ferdy Sambo Datangi Komnas HAM
Haji

News

Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2022
Kim Jong Un

News

Korut Nih Bos! Kim Jong Un Penjarakan Pejabat Lalai Tangani Covid-19
Senam Tapin

News

Semangat Cinta Tanah Air lewat Senam Sicita PDIP Tapin
Telkomsel

News

Puncak Lonjakan Trafik di Kalimantan, Telkomsel Gerak Cepat
benelli panarea

News

Benelli Hadirkan Skutik Mirip dengan Vespa di GIIAS 2022
Sapi Kurban

News

Catat, Jangan Asal Buang Limbah Rumen
Rapimnas JMSI

News

Apresiasi Rapimnas JMSI, Erick Thohir: Media Siber Harus Ikut Jaga Demokrasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com