Berkedok Guru Spiritual, Pria Batola Cabuli Empat Jemaah, Satu dari Tapin! Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru
agustus

Sri Mulyani: Orang RI Bakal Makin Sulit Beli Rumah

- Apahabar.com     Rabu, 6 Juli 2022 - 16:05 WITA

Sri Mulyani: Orang RI Bakal Makin Sulit Beli Rumah

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut masyarakat akan semakin sulit memiliki rumah, baik secara cash atau kredit di tengah tren kenaikan suku bunga acuan.

Seperti diketahui, suku bunga acuan di beberapa negara mulai mengalami kenaikan, sejalan dengan meningkatnya inflasi, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap tingginya suku bunga di sektor perumahan.

“Untuk membeli rumah 15 tahun mencicil di awal berat, suku bunga dulu, prinsipalnya di belakang. Itu karena dengan harga rumah tersebut dan interest rate sekarang harus diwaspadai karena cenderung naik dengan inflasi tinggi,” jelas Sri Mulyani dalam Acara Securitization Summit 2022, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

“Maka masyarakat akan semakin sulit untuk membeli rumah,” ujar Sri Mulyani melanjutkan.

Menghadapi situasi ini, bendahara negara ini bilang pemerintah akan membantu masyarakat yang berpendapatan rendah untuk bisa mendapatkan rumah.

Misalnya saja adanya insentif pembelian rumah untuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan pengenaan PPN 1% final untuk rumah sederhana dan sangat sederhana.

“Itu instrumen yang kami gunakan dalam situasi Covid-19 kemarin untuk melindungi dan memberikan stimulus sektor perumahan agar tidak terpukul sangat dalam akibat pandemi,” jelas Sri Mulyani.

Seperti diketahui, pemerintah resmi memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) rumah sebesar 50% dari atas penjualan rumah paling tinggi Rp 2 miliar serta 25% atas penjualan rumah dengan harga di atas Rp 2-5 miliar. Insenti ini akan berlaku hingga 30 September 2022

Dikutip dari publikasi Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang diterbitkan oleh BI suku bunga KPR di perbankan Indonesia sejak akhir 2020 memang mengalami penurunan tapi tak sampai 1%.

Bunga KPR akhir 2020 dan awal 2021 tercatat di kisaran 8,5% dan periode akhir 2021 8,2% dan periode Maret 8,11%.

Dari laporan juga disebutkan jika masih tingginya suku bunga KPR ini juga menjadi penyebab terbatasnya penjualan rumah di Indonesia. Sekitar 11,7% responden menyatakan bunga KPR jadi penyebab enggan membeli rumah.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PT Maming 69

News

PT Maming 69 Akan Bangun Pabrik Pengolahan Nikel di Morowali Utara

Nasional

Pengacara Bharada E Tegaskan Tak ada Pelecehan Seksual di Rumdin Ferdy Sambo

News

Tembus 90 Jiwa, Paman Birin Jenguk Korban Keracunan Massal Alalak Batola
Ilustrasi, Jet tempur F-35 milik Amerika Serikat. Foto-Net. Foto-

News

Disebut Pungut Puing Jet Tempur F-35, China: Kami Tidak Tertarik
Malindo

News

Resmi, Malindo Air Berganti Nama Jadi Batik Air
Ade Armando

News

Ade Armando Babak Belur Dipukuli Massa di DPR, Polisi Tahan Beberapa Pelaku
Pencurian

News

Ayah di Banjarbaru Tega Jerumuskan Anak ke Lubang Hitam Kejahatan  

Nasional

Hadirkan Eks Kepala PPATK, Denny Indrayana Merasa Diuntungkan Dengan Saksi Ahli KPK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com