[ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru telah menaikkan tarif dasar air kepada pelanggannya. Kini pelayanaan diminta lebih maksimal.
- Apahabar.com     Jumat, 1 Juli 2022 - 19:36 WITA

Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik

Plt Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki. Foto : Istimewa.

apahabar.com, KOTABARU – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru telah menaikkan tarif dasar air kepada pelanggannya.

Tarif dasar air sendiri mulanya dilaporkan Rp1.000 perkubik. Namun dilakukan penyesuaian, maka jadi Rp2.500 perkubik.

Plt Direktur PDAM Kotabaru Tri Basuki mengatakan penyesuaian tarif dilakukan untuk menutupi tingginya biaya operasional atau produksi.

“Penyesuaian air PDAM ini berlaku sejak April 2022. Itu sejak 8 tahun lamanya belum pernah ada penyesuaian tarif,” ujar Tri, kepada apahabar.com, Jumat (1/7).

Tri bilang, penyesuaian angka tarif masih jauh dari tarif atas dan tarif bawah yang ditetapkan Gubernur Kalsel.

“Jadi, penyesuaian itu juga masih dibawah angka biaya produksi,” ujarnya.

Menanggapi penyesuaian tarif PDAM ini, lantas jadi atensi Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Awaludin.

Awaludin menaruh harapan besar perihal kenaikan tarif PDAM juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada pelanggan, atau masyarakat di Bumi Sa Ijaan.

“Tentu kami berharap kenaikan tarif ini juga dibarengi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai malah menurun,” pinta Awal.

Sementara salah satu warga Desa Semayap mengakui ihwal adanya kenaikan tarif PDAM tersebut.

“Sebelumnya saya bayar air Rp65 ribu. Nah, setelah naik saya harus bayar Rp89 ribu,” ujar Nurhayani, salah satu pelanggan golongan rumah tangga ini.

Sementara warga Gunung Tempurung, Desa Baharu Utara, mengakui pelayanan PDAM masih dinilai belum maksimal pasca penyesuaian tarif.

“Menurut saya masih kurang maksimal pelayanannya. Apalagi air PDAM ini masih sering mati. Dua hari jalan, dan satu hari mati,” ujar Heriansyah.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Begal motor banjarmasin barat

Hot Borneo

Akhirnya, Begal Motor Banjarmasin Barat Diringkus
Telkomsel

Hot Borneo

Stok Sapi Kurban Tabalong Kurang, Pengusaha Boleh Datangkan Ternak dengan Catatan
Ibu Kota Kalsel Pindah

Hot Borneo

Melihat Lagi Usulan Revisi UU Provinsi Kalsel, Tak Ada Rencana Memindah Ibu Kota
laka

Hot Borneo

Laka Maut di Jalan A Yani Balangan, Sopir Truk Sampah DLH Meninggal Dunia di Tempat
Disdagrinkop UKM Kapuas

Hot Borneo

Penyandang Disabilitas di Kapuas Dilatih Menganyam Hati Rotan
Pemkab HSS

Hot Borneo

Tergugat Absen Lagi, Sidang Sengketa Tanah Pemkab HSS Vs Warga Ditunda!
Kegiatan Bimtek Pengendalian Karhutla di Tanah Bumbu, Kalsel. Foto-apahabar.com/Syahriadi.

Hot Borneo

Kuatkan Kapasitas Manggala Agni di Kalsel, KLHK dan ITTO Gelar Bimtek Pengendalian Karhutla

Hot Borneo

BLT Minyak Goreng Cair, Warga Banjarmasin Antre Berjam-Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com