Berkedok Guru Spiritual, Pria Batola Cabuli Empat Jemaah, Satu dari Tapin! Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru
agustus

Tekan Stunting Kotabaru, Deputi BKKBN RI ‘Turun Gunung’

Fatma bilang jaringan masih menjadi kendala di Kotabaru. Terlebih, jarak antarwilayah terpencil memerlukan waktu berjam-jam lamanya.
- Apahabar.com     Kamis, 21 Juli 2022 - 16:24 WITA

Tekan Stunting Kotabaru, Deputi BKKBN RI ‘Turun Gunung’

ILUSTRASI Petugas desa menimbang balita di Posyandu. Foto: Antara

apahabar.com, KOTABARU – Pemerintah tengah konsen-konsennya mencegah pertumbuhan kasus stunting atau gangguan pertumbuhan anak di penjuru daerah, termasuk Kotabaru.

Di Bumi Sa Ijaan, Deputi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI pun menggelar workshop perihal pencegahan stunting di gedung Paris Barantai, Kamis (21/7).

Selain persoalan stunting, sosialisasi juga diisi dengan materi peningkatan kapasitas pelayanan keluarga berencana (KB) bagi tenaga kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kehadiran deputi dan rombongan disambut hangat ketua TP PKK Kotabaru, Hj Fatma Idiana, didampingi Kepala Dinas PPPAPPKB, Sri Sulistiyani.

Deputi BKKBN RI saat menggelar workshop pencegahan, penekanan angka stunting di Kotabaru. Foto: Istimewa.

Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI, Muhammad Rizal Martua Damanik, mengatakan workshop pencegahan stunting dari hulu dan sosialisasi demi peningkatan kapasitas pelayanan KB.

Sejauh ini tercatat angka stunting di Indonesia prevalensinya menurun menjadi 24,4. Sebelumnya, berkisar 27,7.

Prevalensi 24,4 itu, kata dia, bermakna 100 kelahiran di Indonesia maka sebanyak 24 bayi yang lahir menderita stunting.

Pada 2019 angkanya lebih tinggi lagi 27,7, atau dari 100 kelahiran di Indonesia sebanyak 27 bayi di antaranya menderita stunting.

“Melihat fakta itu, maka angkanya dinilai cukup besar,” ujarnya.

Fatma Idiana mengemukakan Pemkab Kotabaru pun tengah konsen soal pencegahan stunting. Salah satu upayanya memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman yang bisa mencegah stunting.

Fatma bilang jaringan masih menjadi kendala di Kotabaru. Terlebih, jarak antarwilayah terpencil memerlukan waktu berjam-jam lamanya.

“Menjadi pekerjaan rumah kita saat ini adalah membangun tower, agar jaringan bisa diakses hingga wilayah terpencil di antaranya di Pulau Sembilan,” ujar Fatma, Kamis (20/7).

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

jemaah haji tabalong

Pemkab Tabalong

Tiba di Bumi Sarabakawa, Jemaah Haji Tabalong Disambut Wabup Mawardi
Sopir Angkot Tabalong

Pemkab Tabalong

Puluhan Sopir Angkot Tabalong Divaksin Covid-19
Migor Curah Plaza Barunak

Pemkab Tabalong

Hari Ini Pembelian Migor Curah di Plaza Barunak Tabalong Tanpa Kupon
Bupati Tabalong

Pemkab Tabalong

Kabupaten Tabalong Terima Hibah Senilai 12,4 Miliar dari Pusat
Forkopimda

Pemkab Tabalong

Wabup Bersama Forkopimda Tabalong Monitoring Pos Checkpoint Penyekatan Pemudik ke Perbatasan Kalsel

Pemkab Tabalong

Wakil Bupati Tabalong Serahkan Insentif Ratusan Pengurus Rumah Ibadah

Pemkab Tabalong

Lantik 108 Pejabat, Bupati Tabalong Ingatkan Pentingnya Menjaga Amanah Jabatan

Pemkab Tabalong

Lepas Peserta Bamasung, Begini Pesan Bupati Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com